Diaspora Indonesia Kecam Aksi Terorisme di Sigi

    Andi Tinellung - 29 November 2020 07:36 WIB
    Diaspora Indonesia Kecam Aksi Terorisme di Sigi
    Polisi dan warga berada di lokasi aksi terorisme di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulteng. (AFP/Kepolisian Sulteng)
    Wina: Aksi terorisme di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat, 27 November 2020, telah menewaskan empat orang yang juga meliputi pembakaran terhadap Gereja Bala Keselamatan dan enam rumah warga. Perhimpunan masyarakat dan diaspora Indonesia di Eropa yang tergabung dalam Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (PETJ) mengecam keras aksi terorisme tersebut.

    Baca:  BPIP: Usut Tuntas Pembunuhan di Sigi

    Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Medcom.id pada Minggu, 29 November 2020, PETJ menyatakan sikap sebagai berikut:

    1. Mengucapkan bela sungkawa dan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan umat Bala Keselamatan pada umumnya,

    2. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk memprioritaskan pengusutan tuntas kasus kekerasan tersebut dan mengadili para pelaku kekerasan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,

    3. Meminta kepada aparat publik untuk proaktif dalam menegakkan hukum terkait ujaran kebencian dan penghasutan yang dilakukan di ruang publik,

    4. Meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin keamanan warga dalam beraktivitas dan melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya,

    5. Meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga persaudaraan dan kekeluargaan tanpa memandang latar belakang dalam kehidupan bersama, dan 

    6. Memohon kepada seluruh komponen bangsa untuk mengabaikan provokasi yang mengarahkan kepada konflik horizontal.

    PETJ menegaskan pernyataan sikap ini merupakan bentuk keprihatinan dan kecaman terhadap aksi terorisme yang masih saja terjadi di Indonesia.

    Aksi terorisme di Sigi dilakukan sekelompok orang yang menggunakan senjata laras panjang.

    "Pelaku kurang lebih 10 OTK (orang tidak dikenal), 3 orang bawa senpi, satu laras panjang, dan satu senpi genggam," ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono, melalui keterangan tertulis di Jakarta.

    Peristiwa itu terjadi di Dusun 5 Lewonu Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, sekitar pukul 10.30 WITA, pada Jumat, 27 November 2020. Polres Sigi dan tim inavis Polda Sulteng telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id