Vatikan Krisis Keuangan, Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal

    Fajar Nugraha - 25 Maret 2021 18:09 WIB
    Vatikan Krisis Keuangan, Paus Fransiskus Potong Gaji Kardinal
    Paus Fransiskus potong gaji para kardinal. Foto: AFP



    Vatikan City: Paus Fransiskus mengumumkan dirinya memerintahkan pemotongan gaji di Vatikan mulai 1 April. Pemotongan itu ditujukkan untuk menyelamatkan posisi pekerjaan saat ini.

    "Masa depan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan hari ini, di antara keputusan lain, mengadopsi langkah-langkah yang juga menyangkut gaji karyawan," bunyi pernyataan Vatikan yang diterbitkan di koran Vatikan L'Osservatore Romano edisi Rabu 24 Maret, dikutip dari DW, Kamis 25 Maret 2021.

     



    Langkah tersebut berarti bahwa para kardinal, yang dapat memperoleh hingga hampir 5.000 Euro atau sekitar Rp84 juta sebulan di Vatikan, akan menghadapi pemotongan gaji sebesar 10 persen. Sedangkan kepala berbagai departemen akan mengalami penurunan 8 persen, dan berpangkat lebih rendah pendeta dan biarawati akan dipotong 3 persen.

    Paus mengatakan bahwa staf berpangkat rendah tidak akan menghadapi pemotongan gaji tetapi mereka juga tidak akan melihat kenaikan gaji tradisional dua tahunan. Orang-orang yang berpenghasilan paling rendah di Takhta Suci tidak akan menderita pemotongan gaji.

    Pemotongan gaji yang diumumkan Rabu juga akan berlaku untuk beberapa basilika Vatikan di Roma serta ke Vikariat, atau keuskupan Roma yang semuanya berada di bawah arahan Paus.

    Dalam dekrit yang ditandatangani Selasa, Paus Fransiskus mencatat bahwa keuangan Takhta Suci, yang sudah bermasalah dengan defisit selama beberapa tahun, telah memburuk secara dramatis karena pandemi covid-19 global.

    “Kondisi berdampak negatif pada semua sumber pendapatan Takhta Suci dan Vatikan," isi dekrit itu.

    Langkah-langkah keamanan terkait pandemi telah memaksa banyak gereja Katolik untuk menutup pintu mereka atau sangat membatasi jumlah umat menghadiri kebaktian. Dengan demikian, jumlah sumbangan yang diperoleh Gereja minim hasilnya.

    Sumber pendapatan utama lain untuk Vatikan, museumnya -,termasuk Kapel Sistina di Museum Vatikan,- juga telah dihancurkan oleh pandemi. Seperti yang telah terjadi pada sebagian besar tahun lalu, museum Takhta Suci saat ini ditutup dan akan tetap demikian hingga Pekan Suci mendatang - biasanya salah satu periode wisata tersibuk di Roma.

    Secara keseluruhan, para ahli keuangan Vatikan mengatakan mereka melihat penurunan pendapatan sebesar 30 persen untuk 2021. Kerugian total dalam pendapatan tercata mencapai sekitar 50 juta Euro atau sekitar Rp840 miliar selama setahun.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id