Palang Merah: Perubahan Iklim Tidak Bisa Diatasi dengan Vaksin

    Willy Haryono - 17 November 2020 16:04 WIB
    Palang Merah: Perubahan Iklim Tidak Bisa Diatasi dengan Vaksin
    Perubahan iklim diyakini berada di balik banyaknya topan dan badai yang menerjang sejumlah negara sepanjang 2020. (AFP)
    Jenewa: Dunia harus sama-sama merespons perubahan iklim seperti merespons pandemi virus korona (covid-19), ungkap Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) pada Senin, 16 November. Menurut IFRC, perubahan iklim sebenarnya lebih mengancam ketimbang covid-19.

    "Saat pandemi mewabah, perubahan iklim tetap terjadi dan menimbulkan kerusakan," kata IFRC dalam sebuah laporan terbaru, dikutip dari laman CGTN pada Selasa, 17 November 2020.

    Dalam laporan IFRC, disebutkan bahwa dunia telah dilanda lebih dari 100 bencana alam sejak 1960, dan banyak di antaranya yang terkait dengan perubahan iklim.

    "Krisis yang dihadapi dunia saat ini sangat, sangat serius," kata Sekretaris Jenderal IFRC Jagan Chapagain, merujuk pada pandemi covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 1,3 juta orang.

    Namun ia menyebut bahwa pakar-pakar IFRC telah memperingatkan bahwa "perubahan iklim dapat memicu dampak yang lebih signifikan terhadap kehidupan manusia di muka Bumi dalam jangka waktu panjang."

    Di tengah kabar gembira bahwa beberapa vaksin covid-19 mungkin akan segera tersedia, Chapagain menekankan bahwa perubahan iklim tidak bisa diselesaikan semudah itu.

    "Sayangnya, tidak ada vaksin untuk perubahan iklim," tegas Chapagain.

    "Dalam menghadapi pemanasan global, dibutuhkan lebih banyak langkah berkelanjutan dan investasi untuk benar-benar melindungi nyawa manusia di muka Bumi," sambungnya.

    Baca:  Bumi Telah Kehilangan 28 Triliun Ton Es Sejak 1994

    IFRC mengatakan, frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem serta peristiwa terkait perubahan iklim telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Pada 2019 saja, IFRC mencatat, dunia telah dilanda 308 bencana alam, dan 77 persen di antaranya terkait perubahan iklim, dengan jumlah korban tewas berkisar 24.400 orang.

    Masih dari data IFRC, jumlah bencana alam terkait perubahan iklim meningkat secara stabil sejak 1960-an, dan telah melonjak hampir 35 persen di era 1990-an. IFRC menyebut, bencana alam terkait perubahan iklim telah menewaskan lebih dari 410 ribu orang dalam satu dekade terakhir.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id