comscore

Demo Antivaksin Bubar, PM Kanada Cabut Status Darurat

Medcom - 25 Februari 2022 05:41 WIB
Demo Antivaksin Bubar, PM Kanada Cabut Status Darurat
Polisi Kanada bersihkan lokasi demo antivaksin di Ottawa./AFP
Ottawa: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Rabu, 23 Februari 2022 mencabut pemberlakuan status darurat. Status tersebut untuk menghentikan unjuk rasa antivaksin yang melibatkan blokade perbatasan negara dengan Amerika Serikat (AS).

“Hari ini kami siap untuk mengkonfirmasi bahwa situasi sudah tidak dalam keadaan darurat,” ujar Trudeau, dilansir dari Digital Journal, Kamis, 24 Februari 2022.
Dengan pernyataan tersebut, penggunaan undang-undang darurat dicabut.

“Ancaman masih berlanjut,” lanjut Trudeau, tapi sudah tidak lagi “akut.”

Baca: Parlemen Kanada Dukung Trudeau Gunakan Kekuatan Darurat Hadapi Demo Antivaksin

UU darurat diberlakukan sembilan hari sebelumnya. Ketika dicabut, persetujuan status darurat tersebut masih diperdebatkan di kalangan Senat.

Pada Minggu, 20 Februari 2022, alat-alat besar terakhir diderek dari ibu kota Kanada setelah dua hari penindakan oleh polisi yang berakhir dengan 200 demonstran ditangkap dan puluhan kendaraan disita. 

Beberapa perbatasan antar negara juga sudah dapat dilalui setelah blokade yang mengganggu perekonomian itu disingkirkan.

Selama berminggu-minggu, Kanada menjadi pusat perhatian internasional lantaran ribuan demonstran, yang dipimpin massa sopir truk, melakukan unjuk rasa di Ottawa menolak aturan wajib vaksin covid-19 untuk mengangkut barang melintasi perbatasan dengan AS.

Dalam aksi tersebut, demonstran membuat blokade di lintasan Kanada-AS selama berhari-hari, termasuk jembatan yang menghubungkan Windsor,Kanada dan Detroit, AS. 

Penutupan jembatan itu membekukan rute perdagangan utama yang penting bagi berbagai industri, termasuk manufaktur mobil.
 
 


Demo antivaksin ini menginspirasi aksi serupa di negara-negara lain, dari Perancis hingga Selandia Baru. Massa di Washington juga bersiap-siap melakukan demo sopir truk yang bertepatan dengan pidato kepresidenan State of the Union Address (SOTU).

Tuntutan mereka kian bertambah, yakni untuk mencabut semua peraturan pandemi dan agenda anti pemerintah lainnya.

Trudeau sebelumnya dikritik masyarakat atas kegagalan untuk menindak aksi ini lebih awal. Ia akhirnya memberlakukan keadaan darurat, yang mengarahkan pihak berwenang untuk menindak krisis besar secara lebih tegas. Status itu pertama kali ditetapkan sejak terakhir kali tahun 1970.

Langkah UU darurat yang diambil Trudeau memicu beberapa kontroversi. Di antaranya, perdana menteri disebut memerintahkan penggunaan kekerasan yang tidak diperlukan.

Ayah Trudeau, mantan perdana menteri Pierre Trudeau, mengambil langkah yang sama ketika separatis militan Quebec menculik seorang anggota parlemen dan staf perdagangan Inggris meledakkan bom di Montreal.

Pekan lalu, polisi akhirnya dikerahkan untuk menindak demo antivaksin setelah aksi itu berlangsung hampir sebulan. 

Pada puncaknya, unjuk rasa tersebut melibatkan 15.000 orang ke ibu kota dan memperoleh dukungan rakyat Kanada. Namun, kini survei menunjukkan rakyat Kanada berbalik menentang mereka. (Kaylina Ivani)


(ADN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id