comscore

Populer Internasional: WHO Catat 288 Kasus Hepatitis Akut hingga Pertarungan Pilpres Filipina

Fajar Nugraha - 05 Mei 2022 08:04 WIB
Populer Internasional: WHO Catat 288 Kasus Hepatitis Akut hingga Pertarungan Pilpres Filipina
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) catat 288 kasus hepatitis akut di dunia. Foto: AFP
Jenewa: Jumlah anak di dunia yang terpapar infeksi hepatitis akut terus bertambah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 228 dugaan kasus hepatitis akut. 

Jumlah kasus hepatitis akut pada anak menjadi berita terpopuler Internasional Medcom yang diikuti dengan kabar mengenai Rusia yang akan boikot pertemuan DK PBB dengan Komite Uni Eropa.
Kemudian diikuti dengan kabar mengenai jepang akhir kampanye, putra mantan diktator Filipina memimpin dalam poling. Berikut selengkapnya mengenai berita terpopuler Internasional Medcom:

1. WHO Catat 288 Kasus Hepatitis Akut

Jumlah anak di dunia yang terpapar infeksi hepatitis akut terus bertambah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 228 dugaan kasus hepatitis akut. 
 
"WHO menyampaikan 228 dugaan kasus itu berasal dari 20 negara. Dengan lebih dari 50 kasus tambahan yang masih dalam penyelidikan," kata presenter Metro TV, Aviani Malik, dalam tayangan Primetime News di Metro TV, Rabu, 4 Mei 2022. 
 
Kasus hepatitis akut pada anak pertama kali dilaporkan WHO pada tanggal 15 April. Sebagian besar kasus berasal dari Eropa. Lebih dari 100 kasus berasal dari Inggris.

Apa penyebab dari hepatitis akut tersebut? Simak tautan ini.

2. Rusia akan Boikot Pertemuan DK PBB dengan Komite Uni Eropa

Rusia akan memboikot pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB hari ini, Rabu, 4 Mei 2022. Pertemuan DK PBB kali ini akan berlangsung dengan Komite Politik dan Keamanan (PSC) Uni Eropa.
 
Menurut sumber diplomatik Rusia, keputusan Moskow ini terkait dengan situasi di Ukraina. Sementara itu, seorang diplomat Barat mengatakan bahwa mereka tidak ingat Rusia memboikot pertemuan Dewan Keamanan sejak menyerbu Ukraina pada 24 Februari.
 
Pertemuan informal tahunan antara dewan dan PSC belum diadakan sejak 2019 karena pandemi covid-19. Pertemuan hari ini diharapkan membahas interaksi Uni Eropa dengan PBB.

Apa alasan Rusia akan melakukan boikot itu? Selanjutnya di sini.

3. Jelang Akhir Kampanye, Putra Mantan Diktator Filipina Memimpin di Poling

Para kandidat presiden Filipina menggalang lebih banyak dukungan dalam kampanye memasuki wilayahnya. Dua kandidat teratas, Ferdinand Marcos Jr dan Leni Robredo membentuk persaingan ketat atas pemilihan ini.
 
Marcos, putra dari diktator terguling yang memerintah Filipina selama dua dekade, Ferdinand Marcos Sr, memiliki keunggulan lebar dalam jajak pendapat atas wakil presiden petahana, Robredo, menjelang pemungutan suara 9 Mei.
 
Pria 64 tahun itu mengulangi pesan persatuannya di hadapan para pendukung di provinsi Iloilo tengah pada demonstrasi pertama dari tiga unjuk rasa besar minggu ini sebelum kampanye berakhir pada Sabtu mendatang. Ia mendesak pendukungnya membawa 'Uniteam' menuju kemenangan.

Siapa kandidat utama yang berpeluang menjadi Presiden Filipina? Simak di sini.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id