Swedia Sangat Khawatir atas Kekerasan di Yerusalem Timur

    Willy Haryono - 11 Mei 2021 14:37 WIB
    Swedia Sangat Khawatir atas Kekerasan di Yerusalem Timur
    Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde. (Olivier Matthys / POOL / AFP)



    Stockholm: Swedia mengekspresikan kekhawatiran mendalam atas "kekerasan di Yerusalem Timur" yang berlangsung antara pasukan Israel dan masyarakat Palestina. Kekerasan tersebut telah melukai ratusan warga Palestina dan belasan petugas keamanan Israel.

    "Sangat khawatir atas kekerasan yang terus berlanjut di Yerusalem Timur," kata Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde, mengutip pernyataan dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

     



    "Aturan kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia harus dihormati. Langkah-langkah harus diambil untuk menurunkan ketegangan," sambungnya, dilansir dari laman Yeni Safak pada Selasa, 11 Mei 2021.

    Baca: Jokowi Desak PBB Tindak Tegas Israel

    Ketegangan antara Palestina dan Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir, yang salah satunya dipicu rencana penggusuran rumah di wilayah Sheikh Jarrah.

    Setidaknya 305 warga Palestina terluka saat pasukan keamanan Israel menyerbu kompleks di Yerusalem Timur pada Jumat malam kemarin. Bentrokan serupa terjadi dua hari setelahnya.

    Dalam peristiwa terbaru, Israel melancarkan serangan udara sebagai respons atas peluncuran sejumlah roket dari Jalur Gaza. Serangan udara tersebut menewaskan setidaknya 24 orang.

    Sejak 1956, terdapat total 37 keluarga Palestina yang tinggal di 27 rumah di Sheikh Jarrah. Namun para pendatang Yahudi berusaha mendorong keluarga puluhan keluarga itu dengan berbasis sebuah undang-undang yang diloloskan parlemen Israel pada 1970.
     
    Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel pada 1967. Israel kemudian menganeksasi keseluruhan Yerusalem pada 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui sebagian besar komunitas internasional hingga saat ini.
     
    Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah aturan internasional. Oleh karenanya, segala permukiman Yahudi di wilayah tersebut dianggap berstatus ilegal.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id