Kebakaran Hutan Kembali Landa California, Warga Mengungsi

    Fajar Nugraha - 04 Desember 2020 08:23 WIB
    Kebakaran Hutan Kembali Landa California, Warga Mengungsi
    Petugas pemadam kebakaran di California, Amerika Serikat berupaya memadamkan api. Foto: AFP
    Los Angeles: Hembusan yang kuat mendorong api dari kebakaran hutan melumat ngarai di Southern California, Amerika Serikat (AS) pada Kamis 3 Desember 2020. Hebatnya kobaran api yang membakar di dekat perumahan warga, memaksa penduduk untuk mengungsi.

    Sementara risiko kebakaran yang tinggi di sebagian besar wilayah yang mendorong pihak berwenang setempat untuk memutus aliran listrik, hingga ratusan ribu warga.

    Kebakaran terbesar dimulai Rabu malam saat terjadi kebakaran rumah di Silverado Canyon Orange County, di mana hembusan angin mencapai 113 kilometer per jam.

    "Ketika kru tiba, rumah itu sepenuhnya ditelan api dan angin yang sangat kuat mendorong api ke dalam lingkungan sekitarnya,” kata Colleen Windsor, juru bicara Otoritas Kebakaran Orange County, seperti dikutip AFP, Jumat 4 Desember 2020.

    Api membesar hingga lebih dari 16 kilometer persegi dan menyelimuti area yang luas dengan asap dan abu.

    Petugas pemadam kebakaran berjuang di medan yang curam di tengah angin Santa Ana yang tidak dapat diprediksi. Angin tersebut akhirnya membuat bara api menyentuh ke jalan-jalan utama.

    Evakuasi diperintahkan untuk beberapa lingkungan ngarai dan kaki bukit di dekat kota Lake Forest dan penduduk dari daerah terdekat lainnya diminta untuk bersiap keluar.

    “Tidak segera diketahui berapa banyak orang yang terpengaruh akibat kebakaran ini. Beberapa bangunan rusak, tetapi tidak segera jelas berapa banyak kerusakan yang disebabkan,” ucap Windsor.

    Sejumlah penelitian telah mengaitkan kebakaran hutan yang lebih besar di Amerika dengan perubahan iklim akibat pembakaran batu bara, minyak, dan gas. Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim telah membuat California jauh lebih kering, yang berarti pohon dan tanaman lain lebih mudah terbakar.

    Api yang berada di sekitar 80 kilometer tenggara Los Angeles muncul di dekat area yang sama dengan Kebakaran Silverado pada Oktober, yang memaksa puluhan ribu orang untuk mengungsi.

    Ryan Kayrell melarikan diri dari kebakaran Oktober bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil. Namun keluarga tersebut tetap tinggal di rumahnya di komunitas Foothill Ranch pada Kamis pagi meski terletak di zona evakuasi wajib yang sangat berasap. Tas keluarga itu dikemas saat mereka menunggu untuk melihat ke arah mana api bergerak.

    “Banyak lereng bukit di belakang rumah saya sudah terbakar, jadi kami berharap itu penyangga. Bukan berarti tidak ada bahaya. Kekhawatiran kami adalah bara api bisa terbang ke lingkungan itu,” sebut Kayrell.

    "Jika ada truk pemadam kebakaran di jalan kami, kami pergi,” jelasnya.

    Kebakaran baru terjadi ketika perusahaan listrik California Selatan memutus aliran listrik ke puluhan ribu pelanggan untuk menghindari ancaman kebakaran hutan selama angin Santa Ana yang terkenal kejam.

    “Peringatan bendera merah akan bahaya kebakaran ekstrem hingga Sabtu diberlakukan karena kelembapan rendah, semak kering dan angin, yang menyapu dari pedalaman,” kata Dinas Cuaca Nasional.

    Perusahaan listrik di wilayah padat penduduk itu mulai memutus aliran listrik pada Rabu untuk pelanggan sebagai tindakan pencegahan untuk mencegah hembusan angin dari batang pohon ke peralatan listrik atau merobohkan saluran listrik, yang telah memicu kebakaran hutan yang menghancurkan dalam beberapa tahun terakhir.

    Perusahaan listrik Edison di Southern California memutus aliran listrik ke sekitar 15.000 rumah dan bisnis pada Rabu malam dan sedang mempertimbangkan memutus jalur energi yang melayani sekitar 271.000 pelanggan di tujuh kabupaten selama periode angin kencang, yang dapat berlangsung hingga Sabtu. Itu adalah salah satu pemadaman pencegahan terbesar yang pernah dilakukan perusahaan itu.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id