Amnesty International: Negara Kaya Borong Vaksin Covid-19

    Fajar Nugraha - 10 Desember 2020 15:24 WIB
    Amnesty International: Negara Kaya Borong Vaksin Covid-19
    Amnesty International nilai negara kaya sudah borong vaksin covid-19. Foto: AFP



    Paris: Kelompok pemerhati hak asasi manusia (HAM) Amnesty International mencibir negara kaya yang sudah cukup mendapatkan vaksin covid-19. Menurut Amnesty negara-negara kaya telah mendapatkan cukup vaksin virus korona untuk melindungi populasi mereka hampir tiga kali lipat pada akhir tahun 2021.

    “Kemungkinan merampas hak miliaran orang di daerah yang lebih miskin,” tegas Amnesty International, seperti dikutip AFP, Kamis 10 Desember 2020.

     



    Inggris menyetujui vaksin covid-19 Pfizer bulan ini, meningkatkan harapan bahwa gelombang pandemi dapat segera berbalik melawan virus yang telah menewaskan hampir 1,5 juta orang secara global. Pandemi juga telah menghancurkan ekonomi dunia dan meningkatkan kesenjangan kehidupan normal.

    Amnesty dan organisasi lain termasuk Frontline AIDS, Global Justice Now dan Oxfam, mendesak pemerintah dan industri farmasi untuk mengambil tindakan guna memastikan kekayaan intelektual vaksin dibagikan secara luas.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah berulang kali meminta pemerintah tahun ini untuk menjadikan vaksin yang melindungi dari covid-19 sebagai ‘barang publik’.

    WHO telah mendukung skema program vaksin global yang dikenal sebagai COVAX. Inisiatif ini berupaya memastikan distribusi vaksin yang adil, dan 189 negara telah bergabung. Tetapi beberapa negara seperti Amerika Serikat belum mendaftar, setelah mendapatkan kesepakatan bilateral.

    COVAX berharap dapat memberikan sekitar 2 miliar dosis pada akhir 2021 tetapi itu hanya akan mewakili sekitar 20 persen dari populasi negara-negara yang menjadi bagian dari mekanisme tersebut.

    "Hampir 70 negara miskin hanya akan dapat memvaksinasi satu dari 10 orang terhadap COVID-19 tahun depan kecuali jika tindakan segera diambil," kata Amnesty International, berdasarkan perhitungan baru-baru ini.

    "Data terbaru menunjukkan bahwa negara kaya yang mewakili hanya 14 persen dari populasi dunia telah membeli 53 persen dari semua vaksin yang paling menjanjikan sejauh ini," katanya.

    Amnesty mengatakan Kanada adalah negara yang paling banyak membeli suntikan. Dosis dari vaksin covid-19 yang dibeli Kanada cukup untuk memvaksinasi setiap orang Kanada sebanyak lima kali.

    Lebih lanjut Amnesty menambahkan, mendesak dukungan untuk proposal yang dibuat oleh Afrika Selatan dan India kepada Dewan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk melepaskan hak kekayaan intelektual untuk vaksin, tes, dan perawatan covid-19.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id