comscore

Polisi Belanda Tangkap 51 Orang dalam Aksi Protes Lockdown Covid-19

Willy Haryono - 21 November 2021 10:53 WIB
Polisi Belanda Tangkap 51 Orang dalam Aksi Protes Lockdown Covid-19
Sejumlah sepeda terbakar dalam aksi protes menentang pembatasan Covid-19 di Rotterdam, Belanda, 20 November 2021. (Jeffrey Groeneweg / ANP / AFP)
Rotterdam: Tiga orang terluka parah dalam demonstrasi menentang pembatasan Covid-19 di kota Rotterdam, Belanda, Sabtu, 20 November. Ketiganya terkena tembakan senjata api yang dilepaskan polisi.

Ratusan pedemo anti-Covid-19 membakar mobil, menyalakan kembang api, dan melempari polisi dengan batu dalam aksi protes. Polisi merespons dengan melepaskan tembakan peringatan dan meriam air.

 



Melalui akun Twitter, Kepolisian Rotterdam melaporkan bahwa 51 orang telah ditahan dalam unjuk rasa, di mana separuhnya adalah warga berusia di bawah 18 tahun.

"Tiga perusuh terluka akibat terkena peluru. Mereka masih di rumah sakit," ujar pihak kepolisian, dilansir dari CGTN, Minggu, 21 November 2021.

Otoritas Belanda sedang menyelidiki penembakan tersebut, termasuk apakah peluru yang mengenai ketiga demonstran adalah milik polisi.

Wali Kota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb, mengatakan bahwa unjuk rasa menentang pembatasan Covid-19 di kotanya telah berubah menjadi semacam "rangkaian kekerasan."

"Polisi terpaksa menarik senjata mereka, dan bahkan mereka harus melepaskan tembakan langsung," tutur Aboutaleb dalam sebuah konferensi pers.

Baca:  7 Warga Belanda Terluka dalam Bentrokan Protes Menentang Lockdown Covid-19

Menteri Hukum Belanda Ferd Grapperhaus mengatakan bahwa "kekerasan ekstrem" terhadap polisi dan pemadam kebakaran di Rotterdam merupakan tindakan yang sangat "buruk."

"Hak untuk berunjuk rasa sangat penting di tengah masyarakat kita. Tapi apa yang kita lihat tadi malam hanyalah tindakan kriminal," tegas Grapperhaus.

Aksi protes di Rotterdam dipicu penentangan sejumlah warga terhadap langkah-langkah pemerintah dalam menangani penyebaran Covid-19, termasuk kebijakan penguncian (lockdown).

Pekan kemarin, Belanda telah menerapkan kembali lockdown untuk periode tiga minggu dalam memperlambat penyebaran Covid-19. Namun sejak saat itu hingga kini, infeksi harian Covid-19 di Belanda masih relatif tinggi.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id