Menlu Pompeo Tuduh Tiongkok Picu Kerusuhan Rasial di AS

    Fajar Nugraha - 24 September 2020 08:06 WIB
    Menlu Pompeo Tuduh Tiongkok Picu Kerusuhan Rasial di AS
    Menlu AS Mike Pompeo tuduh Tiongkok picu kerusuhan rasial. Foto: AFP
    Madison: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu menuduh Tiongkok mencoba memicu kerusuhan di Negeri Paman Sam. Hal itu terkait kritikan Tiongkok terhadap rasisme di Amerika Serikat.

    Pompeo, yang dikenal karena pandangannya yang keras tentang Tiongkok, menyerang Beijing dalam pidato yang tidak biasa kepada anggota parlemen negara bagian di Wisconsin. Ini adalah negara bagian penting dalam pemilihan presiden AS November mendatang.

    “Partai Komunis Tiongkok (PKT) berpikir (kritikan) itu dapat meredam seruan Amerika untuk pertanggungjawaban atas teriakan rasisme," kata Pompeo kepada anggota parlemen dari Partai Republik di Madison, seperti dikutip AFP, Kamis 24 September 2020.

    "PKT ingin memicu perselisihan yang kami lihat di Minneapolis, dan Portland dan Kenosha," katanya, merujuk pada tiga kota yang telah menyaksikan protes atas rasisme dan kebrutalan polisi dalam beberapa bulan terakhir.

    "Itu menjijikkan. Kita tidak bisa membiarkannya terjadi," tegas Pompeo.

    Sebagai bukti niat Tiongkok, Pompeo menunjuk surat dari seorang diplomat Negeri Tirai Bambu kepada seorang anggota parlemen dari Wisconsin.

    Surat itu mengatakan bahwa Beijing "dengan tegas menentang diskriminasi rasial dan xenofobia" terhadap komunitas China di Amerika Serikat atas krisis virus korona.

    "Mereka ingin Anda percaya bahwa kemarahan benar Amerika pada PKT atas penanganannya terhadap virus korona ada hubungannya dengan ras. Tidak," ujar Pompeo.

    "Ini berhubungan dengan warga yang tidak lagi bersama kami, anak-anak yang tidak dapat kembali ke sekolah dan pekerjaan yang telah hilang. PKC mengetahui ini,” sebut Pompeo.

    Presiden Donald Trump telah membuat khawatir tidak hanya Tiongkok tetapi banyak orang Asia-Amerika dengan merujuk pada ‘virus China’ untuk virus korona. Istilah ini yang oleh para ahli kesehatan disebut stigmatisasi.

    Amerika Serikat sering menyerang catatan hak asasi manusia di Tiongkok. Ini termasuk atas penahanan terhadap lebih dari satu juta orang Uighur dan Muslim berbahasa Turki lainnya di wilayah barat Xinjiang.

    Media resmi Tiongkok membalas kritik setelah pembunuhan orang Afrika-Amerika George Floyd pada Mei oleh polisi Minneapolis, yang telah memicu protes global dan memperbarui perhatian pada rasisme.

    Dukung Taiwan


    Perwakilan Taiwan turut hadir di Madison untuk menyampaikan pidato Pompeo, di mana ia menawarkan dukungan kuat untuk pulau itu.

    Tiongkok sering mendorong para pemimpin lokal AS untuk menghindari Taiwan, negara demokrasi dan kekuatan ekonomi yang berpemerintahan sendiri yang dianggap Beijing sebagai provinsi yang menunggu reunifikasi.

    "Ketika Anda didekati oleh seorang diplomat Tiongkok, kemungkinan besar itu bukan semangat kerja sama atau persahabatan sejati," kata Pompeo.

    "Anda dapat mengabaikan ancaman PKT dan mendorong wali kota dan pebisnis untuk terlibat dengan Taiwan yang bebas dan demokratis,” imbuh Pompeo

    Tiongkok menyuarakan kemarahan minggu lalu dan melakukan latihan militer setelah seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengunjungi Taiwan untuk menghadiri pemakaman Presiden Lee Teng-hui.

    Amerika Serikat hanya mengakui Beijing tetapi mempertahankan hubungan dekat tetapi tidak resmi dengan Taiwan, tempat para nasionalis Tiongkok melarikan diri pada tahun 1949 setelah kalah dalam perang saudara di China daratan.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id