Studi Vaksin Covid-19 Pada Monyet Menunjukkan Harapan Antibodi

    Arpan Rahman - 21 Mei 2020 12:05 WIB
    Studi Vaksin Covid-19 Pada Monyet Menunjukkan Harapan Antibodi
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Boston: Sebanyak dua studi tentang monyet yang diterbitkan pada Rabu menawarkan harapan bahwa manusia dapat mengembangkan kekebalan protektif terhadap virus korona.

    Kedua studi yang diterbitkan dalam jurnal Science, mengamati vaksin prototipe dan apakah infeksi dengan SARS-CoV-2 (nama virus korona) itu memberikan kekebalan terhadap paparan ulang.

    Kedua pertanyaan itu sangat penting ketika para peneliti menangani virus korona. Studi dilakukan pada rhesus monyet untuk melihat apakah mereka mengembangkan kekebalan virus pelindung dari infeksi alami atau dari vaksin.

    "Pandemi covid-19 global telah menjadikan pengembangan vaksin sebagai prioritas utama biomedis. Tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang kekebalan perlindungan terhadap virus SARS-CoV-2," kata penulis senior Dan Barouch, Direktur Pusat Virologi dan Penelitian Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Amerika Serikat.

    "Dalam dua studi ini, kami menunjukkan pada rhesus kera bahwa prototipe vaksin terlindungi dari infeksi SARS-CoV-2 dan bahwa infeksi SARS-CoV-2 terlindungi dari paparan ulang," kata Barouch, dirilis dari AFP, Kamis 21 Mei 2020.

    Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh Barouch dan peneliti lain, sembilan monyet kera dewasa terinfeksi virus. Monyet mengidap gejala covid-19 tetapi menciptakan antibodi pelindung dan pulih setelah beberapa hari.

    Guna menguji kekebalan mereka, monyet terkena SARS-CoV-2 lagi 35 hari kemudian untuk apa yang disebut ‘tantangan ulang’ dan mereka menunjukkan sedikit tanpa gejala.

    Para penulis penelitian ini mengingatkan bahwa penelitian lebih lanjut akan diperlukan karena ‘perbedaan penting’ antara infeksi SARS-CoV-2 pada monyet dan manusia. "Studi klinis yang ketat akan diperlukan untuk menentukan apakah infeksi SARS-CoV-2 secara efektif melindungi terhadap paparan ulang SARS-CoV-2 pada manusia," kata mereka.

    Studi kedua, yang menyertakan banyak peneliti yang sama dan dipimpin oleh peneliti Jingyou Yu, melibatkan vaksinasi 35 kera dewasa dengan kandidat vaksin DNA yang dirancang untuk menghasilkan antibodi pelindung.

    Mereka terpapar pada virus korona enam pekan kemudian dan telah mengembangkan kadar antibodi dalam darah yang cukup untuk menetralkannya, demikian temuan studi tersebut.

    Tingkat antibodi, katanya, serupa dengan yang terlihat pada manusia yang pulih dari virus. Kondisi ini memberikan harapan bahwa vaksin manusia yang efektif dapat dikembangkan.

    "Penelitian lebih lanjut perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tentang daya tahan imunitas pelindung dan platform vaksin yang optimal untuk vaksin SARS-CoV-2 untuk manusia," kata penulis studi tersebut.

    Universitas Johns Hopkins pada Kamis 21 Mei 2020 menyebutkan virus ini telah menginfeksi warga dunia hingga 4.996.634 orang dan menyebabkan 328.120 kematian. Adapun warga yang sembuh mencapai 1.897.473 orang.




    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id