Trump Serang Reporter atas Kontroversi Prajurit AS

    Willy Haryono - 06 September 2020 07:47 WIB
    Trump Serang Reporter atas Kontroversi Prajurit AS
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang seorang jurnalis yang mengutip perkataan petahana bahwa prajurit AS yang tewas adalah "sekelompok pecundang." Ia menyebut orang yang mengutipnya tersebut sebagai jurnalis murahan.

    Menurut laporan di majalah The Atlantic, Trump membatalkan kunjungan ke Aisne-Marne American Cemetery di luar Paris pada November 2018, dengan mengatakan bahwa area pemakaman tersebut "dipenuhi para pecundang."

    Empat sumber mengatakan kepada The Atlantic bahwa Trump juga menolak datang karena hujan dapat merusak rambutnya. Selain itu, Trump juga tidak meyakini bahwa menghormati pahlawan perang adalah sesuatu yang penting.

    Tanpa merujuk pada Jeffrey Goldberg, wartawan The Atlantic di balik peliputan mengenai prajurit perang AS, Trump mencoba membela diri via Twitter pada Sabtu 5 September.

    "Ketika usaha keras telah dilakukan untuk militer, mulai dari membangun kembali kekacauan yang dibuat OBiden hingga menaikkan gaji prajurit, seorang reporter murahan tiba-tiba datang dan membuat tuduhan mengerikan seperti itu," tulis Trump, dikutip dari laman BBC, Minggu 6 September 2020. OBiden merujuk pada pemerintahan AS di bawah Barack Obama dan Joe Biden.

    "Hal ini mengingatkan saya kepada Dirty Dossier (tudingan kolusi antara AS dan Rusia), yang didorong begitu keras oleh John McCain, namun ternyata sama sekali tidak terbukti. Ada begitu banyak penipuan lainnya. Kelompok radikal saya kiri begitu jahat, mereka akan melakukan apapun untuk menang," sambungnya.

    "Tapi mereka tidak akan menang, kita akan menang dan kembali menjalani empat tahun yang hebat," ungkap Trump, merujuk pada tekadnya untuk berjaya dalam pemilihan umum presiden pada November mendatang.

    Sebelumnya, Trump menyebut laporan di Atlantic sebagai "berita palsu." Ia membantah pernyataannya dengan klaim bahwa dia sudah berjuang keras demi meningkatkan kesejahteraan prajurit AS.

    Sejumlah analis menyebut pernyataan Trump dapat menurunkan popularitas Trump di kalangan keluarga militer menjelang pilpres mendatang.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id