Presiden Brasil Remehkan 1.500 Kasus Virus Korona

    Fajar Nugraha - 23 Maret 2020 16:21 WIB
    Presiden Brasil Remehkan 1.500 Kasus Virus Korona
    Presiden Brasil Jair Bolsonaro kampanye bersama pendukung di tengah merebaknya covid-19. Foto: AFP
    Brasilia: Presiden Brasil Jair Bolsonaro membantah sistem perawatan kesehatan negara itu akan runtuh bulan depan. Hal ini khususnya dipicu oleh wabah virus korona.

    Pernyataan Bolsonaro bertentangan dengan menteri kesehatannya sendiri, Luiz Henrique Mandetta, yang mengungkapkan kekhawatiran ketika jumlah kematian di negara itu melonjak 39 persen dan mengonfirmasi kasus virus korona covid-19 mencapai 1.500.

    Angka-angka kementerian kesehatan terbaru pada Minggu (22 Maret) menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat virus corona di Brasil naik menjadi setidaknya 25 dari 18 pada hari sebelumnya, naik 39 persen. Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi sekarang mencapai 1.546, naik dari 1.128 orang.

    Dalam sebuah wawancara dengan CNN Brazil pada Sabtu malam, Bolsonaro juga menyatakan kekesalannya dengan langkah-langkah beberapa negara bagian yang menutup perdagangan dan membatasi pergerakan orang-orang. Menurut Bolosonaro mereka telah bertindak terlalu jauh dan merusak ekonomi.

    "Saya pikir Mandetta melebih-lebihkan," kata Bolsonaro kepada CNN Brazil, yang dikutip Channel News Asia, Senin, 23 Maret 2020.

    Menkes Mandetta, pada Jumat mengatakan bahwa sistem perawatan kesehatan Brasil yang rapuh akan runtuh karena virus korona pada akhir April. Bolsonaro mengatakan ‘runtuh’ ??adalah pilihan kata yang salah.

    "Apa yang kami lakukan adalah memperpanjang kurva infeksi. Saya tidak percaya ada keruntuhan," katanya.

    Bolsonaro menulis tweet pada Minggu menyebutkan pemerintah mendistribusikan sekitar 10 juta tes virus corona, setengah dari yang telah dikirim bulan ini.

    Negara bagian Sao Paulo, Brasil yang terkaya dan terpadat, pada hari Sabtu mengatakan perintah karantina di seluruh negara bagian akan berlaku pada Selasa dan berlangsung hingga 7 April. Sao Paulo akan menutup semua kecuali bisnis dan layanan yang tidak penting.

    Penutupan itu segera memberikan pengaruh. Perusahaan retail Via Varejo mengatakan 1.000-nya toko di Casa Bahia dan Ponte Frio akan ditutup tanpa batas waktu. Ini berarti ribuan toko retail paling terkenal di Brasil akan menutup usahanya.

    Sebuah jajak pendapat Datafolha di surat kabar Folha de Sao Paulo, Minggu menunjukkan bahwa mayoritas orang Brasil mendukung banyak langkah drastis untuk mencegah penyebaran virus corona, meskipun pendapat jauh lebih terbagi pada bisnis yang ditutup.

    Sekitar 82 persen mengatakan mereka setuju dengan penangguhan layanan gereja, sebuah keputusan Bolsonaro yang paling banyak dikritik.  Bolsonaro sendiri terpilih menjadi presiden dengan dukungan besar-besaran dari umat Kristen evangelis karena agenda sosial konservatifnya.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id