Trump akan Bantu Selesaikan Konflik India-Tiongkok

    Willy Haryono - 21 Juni 2020 12:44 WIB
    Trump akan Bantu Selesaikan Konflik India-Tiongkok
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai meningkatnya ketegangan antara India dan Tiongkok sebagai sebuah "masalah besar." Ia juga mengatakan bahwa AS akan berusaha membantu keua negara dalam menyelesaikan konflik tersebut.

    "Kami sedang berbicara dengan India, dan kami juga berbicara dengan Tiongkok," kata Trump kepada awak media di Gedung Putih sebelum bertolak menuju Tulsa.

    "Ini merupakan situasi yang sangat sulit. Kami akan mencoba membantu mereka," sambungnya, dikutip dari laman Press Trust of India, Minggu 21 Juni 2020.

    Bulan lalu, Trump menawarkan untuk memediasi India dan Tiongkok. Kedua negara sama-sama menolak tawaran tersebut.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Tiongkok atas terjadinya bentrokan dengan India di perbatasan. "PLA (Pasukan Pembebasan Rakyat Tiongkok) telah meningkatkan ketegangan di perbatasan," sebut Pompeo.

    "Kita juga melihat mereka (Tiongkok) memiliterisasi Laut China Selatan dan secara ilegal mengklaim lebih banyak wilayah di sana,"lanjutnya.

    Sebanyak 20 prajurit India tewas dan 76 lainnya terluka dalam bentrokan berdarah dengan pasukan Tiongkok di Lembah Galwan, Ladakh, awal pekan ini. Tiongkok tidak memberikan data resmi mengenai jumlah korban, namun setidaknya 43 prajurit Tiongkok diyakini telah tewas atau terluka dalam bentrokan tersebut.

    Bentrokan antar India dan Tiongkok itu merupakan yang terparah di perbatasan sejak 1975.

    Insiden tersebut menandai eskalasi masif antar kedua negara, yang perlahan-lahan mulai meningkat sejak bulan lalu. Tiongkok telah mengklaim keseluruhan Lembah Galwan, termasuk beberapa area yang saat ini berada di sisi India.

    India geram atas klaim Tiongkok, yang disebut terlalu mengada-ada dan berlebihan.

    Sabtu kemarin, Perdana Menteri India Narendra Modi bertekad melindungi perbatasan negara -- dengan kekuatan jika diperlukan. Namun ia menegaskan saat ini tidak ada pasukan asing di wilayah India, dan tidak ada area yang hilang direbut kekuatan lain.

    Dalam sebuah pernyataan di televisi, PM Modi mengatakan bahwa pasukan bersenjata India "telah diberi kebebasan untuk mengambil segala langkah yang dibutuhkan" untuk melindungi wilayah negara.
     
    "Seluruh negara ini terluka dan marah atas langkah-langkah yang telah diambil Tiongkok," ujar PM Modi.
     
    "India menginginkan perdamaian dan persahabatan, namun menjaga kedaulatan adalah prioritas utama," sambungnya.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id