Putin Dukung Proposal Perubahan Masa Jabatan Presiden

    Arpan Rahman - 11 Maret 2020 11:54 WIB
    Putin Dukung Proposal Perubahan Masa Jabatan Presiden
    Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara mengenai proposal amandemen konstitusi di Moskow, 10 Maret 2020. (Foto: AFP/ALEXANDER NEMENOV)
    Moskow: Presiden Vladimir Putin telah membukakan jalan menuju perubahan konstitusi Rusia yang dapat membuat dirinya tetap berkuasa hingga 2036. Amandemen konstitusi ini menyebutkan bahwa masa jabatan seorang presiden di Rusia dapat disetel ulang menjadi nol.

    Dalam konstitusi Rusia saat ini, seorang presiden hanya bisa maksimal menjabat dua periode yang masing-masingnya adalah enam tahun. Jika amandemen konstitusi Rusia ini disahkan, maka masa jabatan dua periode Putin dapat kembali ke nol, sehingga bisa mencalonkan diri lagi dalam pemilihan umum

    "Proposal ini mengusulkan penghapusan batas masa jabatan, termasuk untuk presiden petahana," ucap Putin, dilansir dari Al Jazeera, Rabu 11 Maret 2020.

    "Secara prinsip, opsi ini memungkinkan, tapi dengan satu syarat: jika Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan resmi bahwa amandemen semacam itu tidak kontradiktif dengan prinsip-prinsip dasar konstitusi (Rusia)," lanjutnya.

    Putin sebenarnya lebih mendukung adanya batasan masa jabatan presiden. Namun ia menilai batasan semacam itu idealnya diterapkan di sebuah negara yang sistem perpolitikannya sudah "dewasa."

    Ia menyebut Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt menjabat empat periode karena situasi krisis yang dihadapi negaranya kala itu. Putin menyebut Roosevelt merupakan salah satu contoh bahwa terkadang batasan masa jabatan tidak efektif dalam memperbaiki kondisi suatu negara.

    "Saat sebuah negara mengalami kesulitan dan krisis, tentu saja stabilitas jauh lebih penting dan harus menjadi prioritas," tutur Putin. Ia menyebut bahwa Rusia saat ini masih berada dalam tahap pemulihan usai runtuhnya Uni Soviet di tahun 1991.

    Jika pada akhirnya amandemen konstitusi Rusia disepakati dalam pemilihan umum pada April mendatang, maka Putin berkesempatan menjabat dua periode lagi dengan total 12 tahun.

    Skenario semacam itu akan membuat dirinya tetap menjadi presiden Rusia hingga 2036. Seorang mantan petinggi agensi KGB, Putin telah mendominasi dunia perpolitikan Rusia sejak dua dekade terakhir.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id