comscore

Istanbul Jadi Episentrum Kasus Varian Omicron di Turki

Fajar Nugraha - 11 Januari 2022 09:12 WIB
Istanbul Jadi Episentrum Kasus Varian Omicron di Turki
Warga Turki di sebuah rumah sakit Diyarbarkir lakukan tes covid-19. Foto: DHA
Istanbul: Turki menjadi pilihan warga Indonesia untuk berlibur. Namun segudang ancaman kasus covid-19 varian Omicron menguak dari negara itu.

Salah satu kota yang menjadi perhatian ada Istanbul. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan, kota terpadat di Turki ini telah menjadi pusat peningkatan kasus terkait varian Omicron.

 



Menurut catatan Johns Hopkins University (JHU) CSSE Covid-19 Data per hari Selasa ini, 11 Januari 2022, rata-rata kasus harian covid-19 di Turki dalam sepekan terakhir berada di kisaran 60 ribu.

Baca: Omicron Merebak di Turki, Kasus Harian Berkisar 60 Ribu Selama Sepekan.
 
JHU mencatat tren kenaikan kasus harian covid-19 di Turki mulai terjadi sejak 3 Januari. Angkanya terus naik hingga sempat mencapai 68 ribu lebih pada 6 Januari. Jumlahnya mulai menurun satu hari setelahnya hingga 9 Januari, namun masih tetap berada di kisaran 60 ribu.
 
Sabtu kemarin, Kementerian Kesehatan Turki mencatat lebih dari 66 ribu infeksi harian covid-19 dengan 141 kematian dan 34.592 kesembuhan. Di hari yang sama, Kemenkes Turki juga mencatat total 418.264 tes Covid-19 telah dilakukan dalam periode 24 jam.

“Rawat inap (karena covid-19) di Turki telah meningkat 6,2 persen dalam tiga minggu terakhir,” tulis Koca di Twitter pada 9 Januari, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Selasa 11 Januari 2021.

Namun Menteri Koca mencatat, belum ada peningkatan signifikan jumlah pasien di unit perawatan intensif atau intubasi. “Sebagian besar korban kami (karena covid-19) adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang dengan penyakit kronis,” tambah Koca.

Virus korona telah menginfeksi hampir 9,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 81.000 pasien di Turki hingga saat ini.

Sementara itu, jumlah vaksin yang diberikan di negara itu telah melebihi 136 juta dosis, dengan hampir 52 juta orang telah disuntik ganda.

Lebih dari 21 juta orang telah diberikan suntikan ketiga mereka terhadap covid-19, sementara lebih dari 57 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Turki meluncurkan program vaksinasi pada Januari tahun lalu dengan suntikan yang dikembangkan oleh Sinovac. Kemudian mulai menggunakan vaksin dari Pfizer/BioNTech, dan awal bulan ini, mereka menambahkan suntikan yang dikembangkan secara lokal, Turkovac, ke gudang vaksinnya.

Menghadapi ancaman dari varian Omicron, pejabat pemerintah dan pakar kesehatan telah mengintensifkan seruan kepada orang-orang untuk divaksinasi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi antar provinsi sangat bervariasi. Di Istanbul, sekitar 77 persen dari populasi orang dewasa disuntik ganda. Sementara tingkat yang sesuai adalah 82 persen di Ankara dan lebih dari 84 persen di zmir, kota terbesar ketiga.

Di provinsi tenggara anl?urfa, hanya 60 persen dari populasi orang dewasa yang telah menerima dua dosis vaksin, tetapi di provinsi terdekat Osmaniye, tingkat vaksinasi adalah 88 persen.

Tingginya angka penyebaran Omicron di Turki juga berimbas ke sejumlah negara lain, terkait dengan kedatangan turis-turis asing. Wisatawan dari banyak negara, termasuk Indonesia, diduga telah terpapar Omicron di Turki dan membawa virus tersebut pulang ke Tanah Air.
 
Menurut data Kemenkes RI pada Sabtu kemarin, Indonesia mencatat 414 kasus Omicron. "Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri," kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmidzi melalui keterangan tertulis pada Minggu, 9 Januari .
 
Ia mengatakan penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski telah divaksinasi dua dosis, varian tersebut dapat tetap menginfeksi.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id