Narapidana Perempuan di AS Hadapi Eksekusi Mati Perdana Sejak 1953

    Willy Haryono - 18 Oktober 2020 17:03 WIB
    Narapidana Perempuan di AS Hadapi Eksekusi Mati Perdana Sejak 1953
    Lisa Montgomery saat difoto pada 20 Desember 2004. (AFP/HO)
    Washington: Amerika Serikat akan mengeksekusi mati seorang narapidana perempuan untuk kali pertama dalam hampir 70 tahun terakhir. Lisa Montgomery mencekik seorang ibu hamil di Missouri dan menculik bayinya pada 2004.

    Dikutip dari laman BBC pada Minggu, 18 Oktober 2020, Montgomery akan disuntik mati di Indiana pada 8 Desember mendatang.

    Terakhir kalinya AS mengeksekusi mati narapidana perempuan adalah pada 1953. Kala itu, AS memasukkan narapidana bernama Bonnie Heady ke sebuah ruangan gas di Missouri.

    Eksekusi mati lainnya untuk narapidana bernama Brandon Bernard, yang telah membunuh dua menteri muda di tahun 1999, juga dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

    Jaksa Agung AS William Barr mengatakan bahwa tindakan yang telah dilakukan Montgomery dan Bernard merupakan "kejahatan keji."

    Tahun lalu, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump bertekad melanjutkan eksekusi mati.

    Pada Desember 2004, Montgomery mengemudi dari Kansas menuju rumah Bobbie Jo Stinnett di Missouri. Menurut keterangan pers dari Kementerian Hukum AS, Montgomery pergi ke Missouri untuk membeli seekor anak anjing.

    "Saat berada di dalam rumah, Montgomery menyerang dan mencekik Stinnett -- yang sedang hamil delapan bulan -- hingga korban kehilangan kesadaran," tulis keterangan pers tersebut.

    "Dengan menggunakan pisau dapur, Montgomery mencoba membelah perut Stinnett sehingga korban kembali tersadar. Perkelahian terjadi, dan Montgomery mencekik Stinnett hingga tewas. Montgomery kemudian mengambil paksa bayi di dalam perut Stinnett, dan membawanya pulang," lanjut pernyataan tersebut.

    Pada 2007, juri menyatakan Montgomery bersalah atas penculikan berujung kematian. Dewan juri pun mengeluarkan rekomendasi vonis mati.

    Namun pengacara Montgomery mengatakan bahwa kliennya mengalami kerusakan otak akibat pemukulan di waktu kecil, sehingga mentalnya terganggu. Ia menilai kliennya tidak harus sampai mendapat vonis mati.

    Baca:  Pemerintah AS Perintahkan Eksekusi Mati Pertama Sejak 2003

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id