G7 Didorong Berbuat Lebih dalam Isu Kesenjangan Vaksin Covid-19

    Willy Haryono - 05 Mei 2021 13:51 WIB
    G7 Didorong Berbuat Lebih dalam Isu Kesenjangan Vaksin Covid-19
    Pertemuan Menlu G7 di London, Inggris pada 4 Mei 2021. (Stefan Rousseau / POOL / AFP)



    London: Jajaran menteri luar negeri dari negara Group of Seven (G7) didorong berbuat lebih untuk membantu menyelesaikan isu kesenjangan vaksin Covid-19. Dalam perang melawan pandemi Covid-19, negara-negara miskin cenderung tertinggal karena tidak mampu menghadirkan cukup vaksin bagi warga mereka.

    Pertemuan menlu G7, dipimpin ole Menlu Inggris Dominic Raad, diyakini akan menelurkan pernyataan gabungan mengenai akses merata vaksin Covid-19 untuk semua orang. Namun beberapa menteri kemungkinan tidak akan menetapkan angka spesifik mengenai jumlah vaksin yang akan diberikan kepada negara miskin dan berkembang.






    Selama ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berulang kali menyerukan negara-negara kaya untuk lebih peduli terhadap nasib mereka yang belum memiliki cukup pasokan vaksin. WHO menegaskan bahwa dunia ini belum aman dari Covid-19 sebelum semua orang terlindungi dari vaksin tersebut.

    Mengenai kesenjangan vaksin, Raab menekankan komitmen Inggris terhadap COVAX -- skema berbagi vaksin untuk negara miskin dan berkembang.

    "Saya rasa mekanisme COVAX sangat penting di waktu yang sangat sensitif ini bagi negara berkembang, negara rentan, dan negara miskin di seluruh dunia," ucap Menlu Raab, dilansir dari laman Irish Examiner pada Rabu, 5 Mei 2021.

    Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown telah mengirim surat kepada Raab. Dalam suratnya, ia menyebutkan bahwa satu miliar dosis vaksin Covid-19 telah disalurkan sejauh ini.

    "Pencapaian luar biasa itu tercoreng oleh skala kesenjangan dari distribusi vaksin. COVAX kini telah menyalurkan lebih dari 50 juta vaksin ke lebih dari 120 negara," tutur Brown.

    "Tapi tingkat vaksinasi Covid-19 di negara-negara berpenghasilan rendah masih kurang dari 1 persen sejauh ini. Kesenjangan vaksin antara negara kaya dan miskin terus berkembang pada setiap harinya," sambung dia.

    Menurut Brown, mengatasi kesenjangan vaksin ini bukan hanya perkara moral, namun juga keharusan jika dunia ingin menang melawan pandemi Covid-19.

    "Kita harus mencegah Covid-19 agar tidak bermutasi dan mengancam semua negara, termasuk yang kaya dan miskin," ungkapnya.

    Baca:  Greta Thunberg Kecam Kesenjangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id