Indonesia dan 22 Pemimpin Lain Sepakati Perjanjian Internasional Atasi Pandemi

    Fajar Nugraha - 30 Maret 2021 13:04 WIB
    Indonesia dan 22 Pemimpin Lain Sepakati Perjanjian Internasional Atasi Pandemi
    23 negara sepakati perjanjian internasional untuk kerja sama dalam menghadapi pandemi seperti covid-19 di masa depan. Foto: AFP



    Brussels: Para pemimpin 23 negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa 30 Maret mendukung gagasan untuk membuat perjanjian internasional untuk atasi pandemi. Indonesia juga turut serta dalam kesepakatan itu.

    Perjanjian internasional ini akan membantu dunia menangani keadaan darurat kesehatan di masa depan seperti pandemi covid-19 yang sekarang melanda dunia.






    Gagasan perjanjian semacam itu, yang akan memastikan akses universal dan adil terhadap vaksin, obat-obatan dan diagnostik untuk pandemi, dilontarkan oleh Presiden Komisi Eropa Charles Michel pada pertemuan puncak G20 November lalu.

    Pada Selasa mendapat dukungan resmi dari para pemimpin Albania, Chile, Kosta Rika, Fiji, Prancis, Jerman, Yunani, Indonesia, Kenya, Belanda, Norwegia, Portugal, Rumania, Rwanda, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Korea Selatan. Pemimpin lain yang mendukung termasuk dari Spanyol, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Ukraina, Inggris dan WHO.

    "Akan ada pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan besar lainnya. Tidak ada satu pun lembaga pemerintah atau multilateral yang dapat menangani ancaman ini sendirian," tulis para pemimpin itu dalam artikel opini bersama, seperti dikutip AFP, Selasa, 30 Maret 2021.

    "Kami percaya bahwa negara-negara harus bekerja sama menuju perjanjian internasional baru untuk kesiapsiagaan dan tanggapan pandemi," tegas para pemimpin.

    Para pemimpin menambahkan, tujuan utama dari perjanjian semacam itu adalah untuk memperkuat ketahanan dunia terhadap pandemi di masa depan melalui sistem kewaspadaan yang lebih baik, berbagi data, penelitian dan produksi serta distribusi vaksin, obat-obatan, diagnostik, dan alat pelindung diri.

    Perjanjian tersebut juga akan menyatakan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan planet semuanya terhubung dan harus mengarah pada tanggung jawab bersama, transparansi, dan kerja sama secara global.

    "Kami yakin bahwa itu adalah tanggung jawab kami. Sebagai pemimpin negara dan lembaga internasional, sudah sepatutnya memastikan bahwa dunia belajar dari pandemi covid-19," pungkas para pemimpin itu.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id