Jajaran Secret Service Rentan Tertular Covid-19 dari Trump

    Willy Haryono - 07 Oktober 2020 06:48 WIB
    Jajaran Secret Service Rentan Tertular Covid-19 dari Trump
    Secret Service mengantar Presiden AS Donald Trump yang ingin menyapa para pendukungnya di luar rumah sakit Walter Reed National Military Medical Center. (AFP)
    Washington: Pasukan Pengaman Presiden Amerika Serikat atau Secret Service siap "terkena tembakan" saat bertugas. Namun bahaya yang mereka hadapi saat ini adalah Donald Trump, yang telah terinfeksi virus korona (covid-19).

    Menurut sejumlah laporan di media AS, penolakan Trump untuk memakai masker di Gedung Putih dan selama masa kampanye berkontribusi terhadap mewabahnya covid-19 di jajaran staf kepresidenan, termasuk sejumlah personel Secret Service.

    Meski sudah dirawat di Walter Reed National Military Medical Center pada Minggu, Trump kembali meningkatkan risiko penularan saat dirinya berkendara di luar rumah sakit untuk sekadar menyapa para pendukungnya.

    Trump dan para personel Secret Service menggunakan masker saat itu, tapi mereka semua berada di dalam mobil dengan jendela yang terkunci rapat. Bukan mobil biasa, melainkan yang didesain untuk menahan serangan kimia, sehingga risiko penularan covid-19 di dalam sangat tinggi.

    Gedung Putih mencoba mengklarifikasi langkah presiden di luar Waltr Reed, dengan mengatakan bahwa sejumlah "langkah kewaspadaan" telah diambil dan juga sudah "disepakati tim medis."

    Namun salah satu dokter di Walter Reed, James Phillips, menyebut aksi presiden sebagai sebuah "kegilaan."

    "Setiap orang di dalam mobil yang melaju selama aksi 'drive-by' tidak penting itu harus dikarantina selama 14 hari. Mereka mungkin jatuh sakit, atau bahkan meninggal, hanya demi aksi teater politik," tulis Phillips via Twitter.

    "Mereka diminta Trump untuk mempertaruhkan nyawa hanya demi teater (politik). Ini merupakan sebuah kegilaan," sambungnya.

    Bagian dari Pekerjaan

    Risiko merupakan bagian dari pekerjaan sebagai Secret Service. Mereka selalu mendampingi presiden dan wakil presiden AS setiap saat, dan sering berhadapan langsung dengan orang-orang yang mencoba mendekati keduanya.

    Pandemi covid-19 menghadirkan ancaman berbeda bagi Secret Service. Sejumlah personel Secret Service terpaksa melakukan karantina mandiri usai acara kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma, pada Juni lalu. Hal serupa terjadi usai pidato Trump pada Juli lalu di Tampa, Florida.

    Beberapa personel Secret Service juga dilanda wabah covid-19 di akademi pelatihan mereka di Maryland. Dengan menyebutkan alasan "sensitivitas operasional," Secret Service menolak mendiskusikan dampak covid-19 terhadap jajaran mereka.

    "Secret Service akan terus mengikuti protokol yang sudah ada untuk memastikan keselamatan personel kami. Secret Service tidak mendiskusikan metode perlindungan saat menjalankan tugas," ujar juru bicara Justine Whelan.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id