AS Tambah 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Dibagikan ke Seluruh Dunia

    Marcheilla Ariesta - 22 September 2021 20:07 WIB
    AS Tambah 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Dibagikan ke Seluruh Dunia
    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP



    New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengumumkan untuk menyumbangkan 500 juta dosis vaksin covid-19 tambahan buatan Pfizer-BioNTech ke seluruh dunia. Dengan demikian, komitmen AS membagikan vaksin covid-19 menjadi 1,1 miliar dosis.

    Biden menyampaikannya dalam pertemuan puncak virtual yang diadakan di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia akan menantang para pemimpin dunia untuk memvaksinasi 70 persen dari setiap negara pada September 2022 mendatang.

     



    "Sumbangan diberikan gratis tanpa ikatan," kata seorang pejabat senior pemerintah, dilansir dari AFP, Rabu, 22 September 2021.

    "Untuk setiap satu dosis yang kami berikan, kami sumbangkan tiga dosis ke negara lain," imbuhnya.

    Dalam pidato pertamanya di PBB sebagai presiden pada Selasa pagi waktu setempat, Biden mengatakan kepada para delegasi bahwa Amerika Serikat telah memberikan lebih dari USD15 miliar (setara Rp213,4 triliun). Jumlah tersebut sebagai tanggapan global untuk covid-19.

    Negeri Paman Sam telah mengirimkan lebih dari 160 juta dosis ke negara-negara lain.

    Amerika Serikat dan negara-negara kaya lainnya dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena rencana mereka untuk meluncurkan dosis penguat (booster) untuk populasi lanjut usia dan berisiko tinggi. Padahal, sebagian besar dunia menghadapi kekurangan dosis yang parah.

    "Kami membuktikan bahwa Anda dapat menjaga diri Anda sendiri, sambil membantu orang lain juga," ucap pejabat pemerintahan AS menanggapi kritik tersebut.

    Meskipun pengembangan vaksin yang aman dan sangat efektif, ada perbedaan besar antara negara-negara dengan pasokan yang cukup dan negara lain yang baru memulai kampanye imunisasi.

    Hanya 3,6 persen dari populasi Afrika yang memenuhi syarat telah diinokulasi -- dibandingkan dengan rata-rata lebih dari 60 persen di Eropa Barat.

    Pejabat AS lainnya mengatakan, Biden mengundang kepala negara, pemimpin organisasi internasional, filantropi, sektor swasta dan organisasi masyarakat untuk membangun kembali keamanan kesehatan.

    "Presiden akan meminta para pemimpin dunia untuk meningkatkan ambisi tingkat global untuk mengakhiri pandemi covid-19 pada 2022, dan untuk membangun kembali keamanan kesehatan yang lebih baik untuk mencegah dan mempersiapkan pandemi di masa depan," kata pejabat tersebut.

    "Presiden akan menetapkan target ambisius, yang akan mengharuskan semua negara untuk meningkatkan, sehingga setiap negara, termasuk negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah dapat mencapai 70 persen vaksinasi sebelum UNGA (Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa) tahun depan," imbuhnya.

    Tercatat 4,7 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat covid-19 sejak awal pandemi dimulai pada Desember 2019. Amerika Serikat masih menjadi negara terparah yang terkena dampak pandemi ini.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id