AS Sebut Pilpres Iran Tidak Berjalan Bebas dan Adil

    Willy Haryono - 20 Juni 2021 11:08 WIB
    AS Sebut Pilpres Iran Tidak Berjalan Bebas dan Adil
    Warga Iran menggunakan hak suara mereka dalam pilpres di salah satu TPS di Teheran pada Jumat, 18 Juni 2021. (MORTEZA NIKOUBAZL / AFP)



    Washington: Amerika Serikat mengkritik proses pemilihan umum presiden Iran yang berlangsung pada Jumat kemarin. Washington menyayangkan fakta bahwa masyarakat Iran tak bisa ikut serta dalam sebuah "proses elektoral yang bebas dan adil."

    Ini merupakan reaksi pertama AS dalam merespons kemenangan Ebrahim Raisi dalam pilpres Iran.

     



    "Masyarakat Iran tak dapat menggunakan hak mereka dalam memilih sendiri sosok pemimpin dalam sebuah proses elektoral yang bebas dan adil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, dikutip dari laman Arutz Sheva pada Minggu, 20 Juni 2021.

    Di waktu bersamaan, ia menekankan bahwa AS masih melanjutkan dialog tidak langsung dengan Iran mengenai perjanjian nuklir 2015 -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

    Jubir Kemenlu AS mengatakan, dialog tidak langsung di Wina antara AS dan Iran telah mencapai fase "kemajuan berarti." Ia menyebut AS akan terus mendorong dialog ini ke level berikutnya.

    "Kami akan melanjutkan diskusi bersama mitra-mitra kami dalam upaya (mendorong Iran) kembali mematuhi JCPOA," ucap jubir tersebut kepada kantor berita AFP.

    Raisi merupakan tokoh garis keras Iran yang juga dikenal sebagai anak didik Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei. Ia merupakan mantan anggota "komite kematian" tahun 1988 terkait eksekusi ribuan orang di luar jalur hukum.

    Baca:  Israel Ingatkan Potensi Ancaman dari Presiden Baru Iran

    Dalam pilpres pada Jumat kemarin, Raisi meraih sekitar 62 persen suara. Namun, tingkat keikutsertaan warga Iran dalam pilpres tersebut hanya berada di kisaran 48 persen.

    Sebelum pilpres, sejumlah lembaga survei dan analis sudah memprediksi kemenangan Raisi. Sabtu kemarin, Raisi dipastikan menang usai dua kandidat utamanya mengakui kekalahan.

    Sejumlah tokoh dalam dan luar negeri telah menyampaikan ucapan selamat kepada Raisi, yang akan resmi dilantik sebagai presiden baru Iran pada Agustus mendatang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id