Kecelakaan Tambang Batu Bara Siberia Tewaskan 52 Orang

    Fajar Nugraha - 26 November 2021 06:59 WIB
    Kecelakaan Tambang Batu Bara Siberia Tewaskan 52 Orang
    Penyelamat tambang di Rusia kerap melakukan penyelamatan terhadap pekerja tambang yang terjebak. Foto: AFP



    Kemerovo: Kebakaran tambang batu bara di Siberia, Rusia dikabarkan menewaskan 52 pekerja tambang. Sebelumnya disebutkan 48 pekerja tambang dikabarkan hilang.

    Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa tim penyelamat menemukan 14 mayat dan pencarian 38 orang hilang dihentikan karena alasan keamanan, karena penumpukan gas metana yang meledak dan konsentrasi asap beracun yang tinggi dari api.

    Baca: Kecelakaan Tambang Batu Bara di Siberia, 48 Orang Dilaporkan Hilang.

    Kantor berita Tass dan RIA-Novosti mengutip pejabat Kementerian Darurat Rusia yang mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk menemukan korban selamat.

    Kantor berita Interfax mengutip seorang perwakilan dari pemerintah daerah yang juga menyebutkan jumlah korban tewas akibat kebakaran hari Kamis sebanyak 52 orang.

    Sebanyak 285 orang berada di tambang Listvyazhnaya di wilayah Kemerovo di Siberia barat daya ketika kebakaran terjadi dan asap dengan cepat memenuhi tambang melalui sistem ventilasi. Sebelumnya, tim penyelamat membawa 239 penambang ke permukaan, 49 di antaranya terluka.

    “Kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh ledakan metana yang disebabkan oleh percikan api,” ujar Wakil Jaksa Agung Rusia Dmitry Demeshin, seperti dikutip Interfax, Jumat 26 November 2021.

    Ledakan metana yang dilepaskan dari lapisan batubara selama penambangan jarang terjadi tetapi menyebabkan kematian paling banyak di industri penambangan batu bara.

    Kantor berita Interfax melaporkan bahwa para penambang memiliki pasokan oksigen yang biasanya berlangsung selama enam jam yang dapat diperpanjang selama beberapa jam lagi. Tetapi pasokan oksigen berakhir pada Kamis malam waktu setempat.

    Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan kriminal atas kebakaran tersebut. Ini terkait dugaan pelanggaran peraturan keselamatan yang menyebabkan kematian. Dikatakan direktur tambang dan dua manajer senior ditahan.

    Presiden Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dan memerintahkan pemerintah untuk menawarkan semua bantuan yang diperlukan kepada mereka yang terluka.

    Pada 2016, 36 penambang tewas dalam serangkaian ledakan metana di tambang batu bara di ujung utara Rusia. Setelah insiden itu, pihak berwenang menganalisis keamanan 58 tambang batu bara di negara itu dan menyatakan 20 di antaranya, atau 34 persen, berpotensi tidak aman.

    Tambang Listvyazhnaya tidak termasuk di antara mereka pada saat itu, menurut laporan media.

    Pengawas teknologi dan ekologi negara Rusia, Rostekhnadzor, memeriksa tambang pada April dan mencatat 139 pelanggaran, termasuk melanggar peraturan keselamatan kebakaran.
    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id