Metro Siang

    PM Australia Sesalkan Penarikan Duta Besar Prancis

    MetroTV - 20 September 2021 14:34 WIB
    PM Australia Sesalkan Penarikan Duta Besar Prancis
    Prancis tarik dubesnya dari Australia. (foto: metrotv)



    Jakarta: Perdana Menteri Australia menyesali langkah Prancis yang menarik duta besarnya dari negeri Kangguru. Australia mengklaim tindakan buntut perubahan kontrak pembelian 12 kapal selam dari Prancis yang diambil atas dasar kepentingan keamanan nasional di kawasan Indo Pasifik.

    Hal itu disampaikan Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Sabtu, 19 September 2021 waktu setempat.

     



    “Morison menekankan bahwa Prancis masih dianggap sebagai mitra penting bagi Australia. Ia berharap kedua negara masih dapat bekerjasama lagi pada masa mendatang,” ucap Presenter Metro TV, Vera Bahasuan dalam tayangan Metro Siang, Senin 20 September 2021.

    Morison pun kembali menjelaskan keputusan Australia murni untuk kepentingan keamanan nasionalnya dan sudah disampaikan pada Presiden Prancis pada akhir Juli lalu. 
    Australia saat ini Berencana untuk membeli setidaknya 8 kapal selam bertenaga nuklir yang menggunakan teknologi dari Amerika Serikat dan Inggris. 

    Prancis merasa dikhianati Australia


    Prancis membatalkan acara di kedutaan besarnya di Washington karena kecewa atas kemitraan baru Amerika Serikat (AS), Australia, dan Inggris. Padahal, pesta tersebut seharusnya digelar untuk merayakan peringatan pertempuran angkatan laut dalam Revolusi Amerika.
     
    "Acara itu telah dibatalkan," ucap Kedutaan Besar Prancis di Washington, seperti dikutip dari AFP.

    Prancis ngambek karena merasa ditikung Amerika Serikat, setelah Negeri Paman Sam mengumumkan kemitraan baru dengan Inggris-Australia (AUKUS). Kemitraan baru itu akan mempersenjatai Australia dengan kapal selam bertenaga nuklir hingga sistem rudal tomahawk.

    Prancis mengecam rencana itu karena Australia telah lebih dulu menyepakati proyek ekspor kapal selam dengan Paris.
     
    Pada 2016, Negeri Kanguru memilih manufaktur kapal selam Prancis, Naval Group, untuk membangun armada kapal selam baru senilai USD40 miliar (setara Rp569,4 triliun). Namun, kesepakatan itu jalan di tempat karena sejumlah syarat yang memberatkan dari pihak Australia.

    Tapi tiba-tiba, pada Rabu lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden AS Joe Biden, dan PM Australia Scott Morrison mengumumkan kemitraan keamanan baru antara ketiga negara.

    Prancis pun menuduh Australia mengkhianati mereka. Tak hanya Prancis, sekutu AS lainnya, Uni Eropa juga kecewa lantaran merasa tak dilibatkan dalam kemitraan baru yang dikenal dengan AUKUS itu. (Raja Alif Adhi Budoyo)

    (PRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id