comscore

AS 'Terganggu' dengan Serangan Israel saat Pemakaman Jurnalis Palestina

Marcheilla Ariesta - 14 Mei 2022 11:57 WIB
AS Terganggu dengan Serangan Israel saat Pemakaman Jurnalis Palestina
Jubir Gedung Putih Jen Psaki sebut AS sangat terganggu dengan serangan Israel saat pemakaman jurnalis Palestina./AFP
Washington: Amerika Serikat (AS) mengkritik serangan Israel pada pelayat dan pengusung jenazah jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh di Yerusalem. Menurut AS, serangan pasukan Israel tersebut sangat mengganggu.

"Kami menyesalkan gangguan dari apa yang seharusnya menjadi prosesi damai. Kami telah mendesak untuk menghormati prosesi pemakaman, para pelayat dan keluarga pada saat yang sensitif ini," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dikutip dari Al Arabiya, Sabtu, 14 Mei 2022.
Saat peti matinya sedang dibawa, ratusan warga Palestina terlihat mengibarkan bendera Palestina dan bernyanyi.

Tak lama setelah itu, pasukan Israel bergegas ke pelayat, menyerang mereka dengan tongkat, termasuk pengusung jenazah dan menyebabkan peti mati jatuh.

"Ini adalah hari di mana kita semua harus menandai, termasuk semua orang di sana, kenangan akan seorang jurnalis luar biasa yang kehilangan nyawanya," lanjut Psaki.

Meski demikian, ia tidak mengucapkan AS mengutuk kekerasan Israel tersebut.

Baca juga: Gedung Putih Kecam Pembunuhan Jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh

"Saya pikir ketika kami mengatakan mereka mengganggu, kami jelas tidak membenarkan mereka. Tapi saya pikir saya akan meninggalkan komentar saya pada apa yang saya katakan," sambungnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan AS 'sangat terganggu' melihat gambar polisi Israel yang menyerang prosesi pemakaman jurnalis Palestina tersebut.

"Setiap keluarga berhak untuk dapat membaringkan orang yang mereka cintai untuk beristirahat dengan cara yang bermartabat dan tanpa hambatan," serunya.

Blinken meminta semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat semakin meningkatkan situasi yang sudah tegang di daerah tersebut.

Shireen Abu Akleh merupakan seorang reporter untuk Al Jazeera, yang ditembak dan dibunuh pekan ini saat melaporkan serangan militer Israel di Jenin Tepi Barat yang diduduki. Palestina menuduh militer Israel membunuhnya.

Rekaman video menunjukkan Abu Akleh, 51, mengenakan jaket antipeluru dengan tulisan “Press” terlihat jelas.

Israel sempat mengatakan orang-orang bersenjata Palestina yang bertanggung jawab atas kematiannya. Namun kemudian, mereka mengatakan penyelidikan akan dilakukan.

Penyelidikan Israel sebelumnya terhadap wartawan Palestina yang terbunuh gagal mencapai vonis. Namun, AS menegaskan agar Israel dapat melakukan penyelidikan menyeluruh.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id