Trump Akan Sanksi Pelanggar Embargo Senjata Iran

    Marcheilla Ariesta - 18 September 2020 18:10 WIB
    Trump Akan Sanksi Pelanggar Embargo Senjata Iran
    Presiden AS Donald Trump sanksi pelanggar embargo Iran. Foto: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang memungkinkan dirinya menjatuhkan sanksi bagi pelanggar embargo senjata Iran. Hal ini diketahui dari empat sumber, dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 18 September 2020.
     
    Baca: Ingin Terapkan Kembali Sanksi PBB, Iran: AS Sudah Kalah.

    Sumber tersebut melaporkan perintah eksekutif akan dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang. Ini memungkinkan Trump untuk menghukum pelanggar dengan sanksi sekunder, dan mencabut akses mereka ke pasar AS.

    Gedung Putih dilaporkan belum menanggapi laporan tersebut.

    Perintah itu datang sebelum berakhirnya embargo senjata PBB di Iran bulan depan. Jika benar perintah itu dikeluarkan, maka akan menjadi peringatan bagi 'aktor' asing yang membantu Iran.

    Entitas AS sudah dilarang dari perdagangan semacam itu. Jika mereka membeli atau menjual senjata ke Iran, maka akan menghadapi sanksi dari Negeri Paman Sam.

    Di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang dibuat Iran bersama dengan enam negara besar lainnya, seperti Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS, embargo senjata konvensional PBB akan berakhir pada 18 Oktober mendatang.

    AS, yang membatalkan kesepakatan itu pada Mei 2018, mengatakan pihaknya telah memicu 'pembalikan' atau dimulainya kembali semua sanksi PBB terhadap Iran, termasuk embargo senjata.

    Pihak lain dalam kesepakatan nuklir dan sebagian besar Dewan Keamanan PBB mengatakan mereka tidak percaya AS memiliki hak untuk menerapkan kembali sanksi PBB.

    "Jelas bahwa tidak ada anggota Dewan Keamanan menerima kelayakan klaim AS," tutur Alireza Miryousefi, juru bicara misi Iran untuk PBB.

    Ia menambahkan kesepakatan nuklir tetap akan berlaku dan semua sanksi terhadap Iran akan dicabut, di bawah garis waktu yang disepakati pada 2015 lalu.

    Menurut empat sumber tersebut, perintah eksekutif Trump ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa AS tidak akan terhalang meskipun gagal memenangkan dukungan Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan sanksi terhadap Iran.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id