Dewan Gereja Minta Turki Batalkan Perubahan Hagia Sophia

    Willy Haryono - 12 Juli 2020 09:19 WIB
    Dewan Gereja Minta Turki Batalkan Perubahan Hagia Sophia
    Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (Foto: AFP)
    Jenewa: Dewan Gereja Dunia menyerukan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membatalkan keputusannya yang mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid. Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Erdogan, dewan yang mewakili lebih dari 500 juta pemeluk agama Kristen itu menilai, perubahan Hagia Sophia dapat memupuk perpecahan.

    Sekretaris Jenderal interim Dewan Gereja Dunia, Ioan Sauca, mengatakan bahwa pihaknya merasa "bersedih dan cemas" atas perubahan status Hagia Sophia.

    "Dengan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, Anda telah mengubah tanda-tanda positif keterbukaan Turki. Anda kini mengubahnya menjadi tanda-tanda ekslusi dan perpecahan," ujar Sauca, dilansir dari laman BBC, Sabtu 11 Juli 2020.

    "Keputusan tersebut akan menciptakan ketidakpastian, kecurigaan, dan juga merusak upaya gabungan dalam menyatukan orang-orang lintas agama ke meja dialog dan kerja sama," sambungnya.

    Sauca khawatir perpecahan antar agama seperti di masa lalu dapat terulang dengan berubahnya status Hagia Sophia. Untuk menghindari hal tersebut, ia meminta Erdogan "untuk mempertimbangkan kembali" dan membatalkan keputusannya.

    Hagia Sophia, salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO, telah menjadi museum sejak 1934. Erdogan mengubahnya usai pengadilan Turki menganulir status Hagia Sophia sebagai museum.

    Dibangun 1.500 tahun lalu, Hagia Sophia awalnya adalah sebuah katedral Kristen Ortodoks. Katedral itu kemudian diubah menjadi sebuah masjid usai Ottoman menguasai Konstantinopel (Istanbul) di tahun 1453.

    Memasuki tahun 1934, pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk mengubahnya menjadi sebuah museum sebagai bagian dari visi sekulernya.

    Sejak saat itu, segala kegiatan keagamaan dilarang digelar di Hagia Sophia. Namun kelompok Islam di Turki sejak lama menyerukan agar Hagia Sophia bisa dipakai sebagai tempat ibadah.

    Erdogan mengatakan Hagia Sophia akan dapat dipakai untuk salat mulai 24 Juli mendatang.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id