UNICEF: Bebaskan Semua Anak di Detensi Selama Pandemi

    Arpan Rahman - 12 Mei 2020 11:50 WIB
    UNICEF: Bebaskan Semua Anak di Detensi Selama Pandemi
    Seorang anak membawa kantong berlogo UNICEF. (Foto: AFP).
    New York: UNICEF dan sejumlah pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar semua anak-anak yang ditahan di pusat detensi di seluruh dunia untuk segera dibebaskan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Seruan juga ditujukan bagi sekitar 200 anak-anak Palestina yang ditahan di sebuah pusat detensi.

    Menurut laporan Badan Penjara Israel, terdapat 194 anak-anak Palestina di pusat detensi hingga akhir Maret lalu. UNICEF dan Badan Hak Asasi Manusia PBB pun menyerukan kepada Israel dan Palestina untuk segera mengupayakan pembebasan anak-anak tersebut.

    Sebagian besar dari anak-anak itu belum didakwa dan masih menunggu proses persidangan.

    "Hak anak-anak untuk mendapatkan perlindungan dan keselamatan harus ditegakkan," ujar pernyataan gabungan dari Genevieve Boutin, perwakilan khusus UNICEF di Palestina, dan James Heenan, kepala Badan HAM PBB.

    Anak-anak di detensi tidak diizinkan bertemu orang tua dan pengunjung lainnya seperti pengacara. Karena terjadinya pandemi, banyak dari anak-anak itu masih berada di balik detensi dan menanti proses peradilan.

    Pernyataan gabungan UNICEF dan Badan HAM PBB disampaikan usai rilisnya sebuah kajian dari Komite Hak Anak PBB. Kajian itu merekomendasikan anak-anak harus segera dibebaskan dari institusi polisi, penjara, pusat detensi atau kamp imigran, karena adanya ancaman dari pandemi covid-19.

    April lalu, Direktur UNICEF Henrietta Fore menyoroti ancaman terhadap anak-anak di tengah pandemi covid-19. "Anak-anak yang ditahan lebih rentan terhadap penelantaran, penyiksaan, dan aksi kekerasan berbasis jenis kelamin," kata Fore, disitat dari UPI, Senin 11 Mei 2020.

    "Kami menyerukan negara-negara dan otoritas penahanan untuk segera membebaskan semua anak-anak agar mereka dapat kembali ke keluarga masing-masing," sambungnya.

    November lalu, laporan PBB menyatakan bahwa lebih dari 100 ribu anak-anak imigran ditahan di Amerika Serikat. Angka itu kemudian direvisi menjadi 69 ribu oleh pengacara bernama Manfred Nowak.

    Laporan itu menunjukkan bahwa jumlah anak-anak di bawah umur yang ditahan di AS merupakan yang tertinggi di dunia. Di posisi kedua adalah Meksiko, yang menahan sekitar 18 ribu anak.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id