Greta Thunberg Kecam Kesenjangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin

    Willy Haryono - 20 April 2021 08:01 WIB
    Greta Thunberg Kecam Kesenjangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin
    Aktivis lingkungan Greta Thunberg memakai masker saat berada di Stockholm, Swedia pada 25 September 2020. (JONATHAN NACKSTRAND / AFP)



    Jenewa: Remaja aktivis iklim Greta Thunberg mendesak semua negara, perusahaan vaksin, dan komunitas global untuk "meningkatkan usaha" mereka dalam memerangi kesenjangan vaksin Covid-19. Ia mengaku geram karena sebagian besar vaksin Covid-19 dibeli negara-negara kaya, sementara yang miskin hanya mendapat sedikit pasokan atau tidak sama sekali.

    Pernyataan Thunberg disampaikan saat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan tambahan 5,2 juta kasus Covid-19 dari seluruh dunia dalam kurun waktu sepekan. WHO menyebut ini merupakan angka tertinggi sejak awal pandemi.

     



    Thunberg telah menyumbang USD120 ribu dari yayasan amalnya kepada Yayasan WHO untuk membantu membeli vaksin Covid-19 untuk negara-negara yang membutuhkan.

    "Sangat tidak etis ketika negara-negara berpenghasilan tinggi mampu memvaksinasi warga mereka, sementara negara penghasilan menengah hingga rendah kesulitan melakukan hal tersebut," kata Thunberg, yang diundang sebagai tamu dalam pertemuan rutin WHO di Jenewa.

    Meski Thunberg memuji kemunculan vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan begitu cepat, remaja asal Swedia itu mengestimasi bahwa 1 dari 4 orang di negara penghasilan tinggi telah divaksinasi, sementara di negara menengah hingga miskin, angkanya 1 berbanding 500.

    "Komunitas internasional, pemerintahan di seluruh dunia, dan juga pengembang vaksin harus meningkatkan usaha mereka untuk menangani kesenjangan vaksin ini," tegas Thunberg, dilansir dari laman The Guardian pada Selasa, 20 April 2021.

    "Seperti krisis iklim, kelompok rentan perlu diprioritaskan. Masalah global membutuhkan solusi global juga," sambungnya.

    Baca:  Bank Dunia: Masih Ada Kesenjangan Penerapan Vaksinasi Covid-19 di Berbagai Negara

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa kasus harian Covid-19 melonjak selama delapan pekan berturut-turut di kancah global. Angka kematian akibat Covid-19 juga melonjak selama lima pekan berturut-turut.

    Ia mengatakan infeksi Covid-19 di antara warga berusia 25 dan 59 tahun "meningkat dalam laju yang mengkhawatirkan."

    Tedros menduga salah satu penyebabnya adalah kemunculan varian baru Covid-19 dan meningkatnya aktivitas sosial di kalangan orang dewasa muda.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id