Biden Sebut Penembakan Massal Epidemi yang Harus Diberantas

    Willy Haryono - 17 April 2021 17:10 WIB
    Biden Sebut Penembakan Massal Epidemi yang Harus Diberantas
    Presiden AS Joe Biden saat berada di Gedung Putih, Washington pada Jumat, 16 April 2021. (MANDEL NGAN / AFP)



    Washington: Presiden Amerika Serikat Joe Biden geram dengan maraknya penembakan massal yang terjadi di seantero AS dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebut penembakan massal ini sebagai sebuah "epidemi" yang telah mempermalukan negara.

    "Terlalu banyak warga Amerika yang tewas akibat kekerasan bersenjata pada setiap harinya. Ini menodai karakter dan mengoyak jantung negara kita," kata Biden usai terjadinya penembakan massal di gudang FedEx yang menewaskan delapan orang.






    "Kekerasan senjata api adalah sebuah epidemi di Amerika. Kita tidak boleh menerima hal ini, melainkan harus bertindak tegas," sambungnya, dikutip dari laman Yeni Safak pada Sabtu, 17 April 2021.

    Seorang pria berusia 19 tahun melepaskan tembakan secara acak di gudang FedEx di Indianapolis pada Kamis malam. Kepolisian Indianapolis mengatakan, tersangka tewas akibat bunuh diri di lokasi kejadian.

    Baca:  Pelaku Penembakan Massal di Gudang FedEx adalah Mantan Pegawai

    Biden sekali lagi memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seantero negeri, sekitar dua pekan usai dirinya mengeluarkan perintah serupa atas penembakan massal di Boulder, Colorado.

    Pekan kemarin, Biden mengeluarkan rangkaian perintah eksekutif yang bertujuan meredam kekerasan senjata api. Kala itu, ia menyebut penembakan berujung kematian sebagai "krisis kesehatan publik di AS.

    Perintah eksekutif Biden meliputi regulasi mengenai senjata api rumahan yang dikenal sebagai "ghost guns," dan juga seputar alat khusus yang dapat membuat pistol menjadi seperti senapan.

    Selain itu, perintah eksekutif Biden juga mendorong negara-negara bagian untuk lebih tegas terhadap individu yang dinilai berbahaya bagi orang lain dan dirinya sendiri.

    Di level Senat, Biden meminta agar dua undang-undang yang sudah diloloskan di level Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera dihadirkan dan dilakukan pemungutan suara. Dua UU itu bertujuan menutup celah dalam sistem pemeriksaan pembelian senjata api di AS.

    Kongres AS juga diminta untuk menerapkan kembali larangan terhadap penggunaan senapan serbu dan senjata dengan kapasitas amunisi tinggi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id