Electoral College, Penentu Kemenangan dalam Pemilu Presiden AS

    Fajar Nugraha - 26 Oktober 2020 17:05 WIB
    Electoral College, Penentu Kemenangan dalam Pemilu Presiden AS
    Presiden AS Donald Trump akan berhadapan dengan Joe Biden dalam Pemilu Presiden 3 November 2020. Foto: The New York Times


    District of Columbia dan 26 negara bagian ‘mengikat’ elector mereka untuk memilih kandidat yang dijanjikan, melalui sejumlah metode termasuk sumpah dan denda. Di era modern, sangat jarang elector memilih orang lain selain yang mereka janjikan. Meski masih jarang, elector lebih sering mengubah suara mereka pada abad ke-19 terutama untuk pemilihan Wakil Presiden. ‘Para elector yang tidak setia’ seperti itu tidak pernah memutuskan menjadi Presiden.

    Ada satu elector yang tidak setia dalam setiap pemilihan berikut: 1948, 1956, 1960, 1968, 1972, 1976, dan 1988. Sebuah surat suara kosong diberikan pada 2000. Pada 2016, tujuh elector memutuskan status mereka pada surat suara presiden dan enam melakukannya pada pemungutan suara wakil presiden.

    Distribusi electoral college tidak rata


    Meskipun jumlah electoral vote yang diberikan kepada suatu negara bagian agak mencerminkan populasinya, minimal tiga suara per negara bagian berarti bahwa nilai relatif electoral college vote bervariasi di seluruh Amerika.

    Negara bagian yang paling sedikit penduduknya seperti North dan South Dakota dan negara bagian yang lebih kecil di New England memiliki perwakilan yang berlebihan karena persyaratan minimal tiga electoral college. Sementara itu, negara bagian dengan jumlah penduduk paling banyak -,California, Texas, dan Florida,- kurang terwakili di lembaga pemilihan.

    Wyoming memiliki satu suara elektoral untuk setiap 193.000 orang, dibandingkan dengan tingkat California untuk satu suara elektoral per 718.000 orang. Ini berarti bahwa setiap suara elektoral di California mewakili lebih dari tiga kali jumlah orang di Wyoming. Kesenjangan ini berulang di seluruh negeri.

    Sementara Maine dan Nebraska menerapkan ‘sistem distrik’ di mana dua pemilih bebas memilih pluralitas populer di negara bagian dan satu pemilih untuk pluralitas populer di setiap distrik kongres. Sedangkan dalam pemilihan 2 November 2004, pemilih Colorado menolak ‘sistem proporsional’ di mana pemilih akan memberikan suara secara proporsional berdasarkan suara populer negara bagian.


    Rumitnya electoral college

    Direktur University of Louisville McConnell Center Gary Gregg mencatat bahwa electoral college sulit untuk dijelaskan.

    “Setiap negara bagian AS mendapatkan jumlah elector yang sama dengan jumlah anggota DPR AS ditambah dua lagi karena setiap negara bagian memiliki dua senator AS. Para elector itu memilih presiden berikutnya.

    Para pendiri negara menciptakan kursi kepresidenan yang memiliki kekuatan eksekutif untuk menyelesaikan berbagai hal dan mewakili rakyat sehingga tidak menjadi kediktatoran.

    “Popular votet atau suara populer langsung bukanlah pertimbangan yang serius. Electoral college muncul ketika orang tersebar di seluruh negeri tanpa alat komunikasi seperti saat saat ini atau sistem partai yang dikembangkan untuk membantu mereka menyortir kandidat. Pemilu mungkin sering berakhir dengan beberapa kandidat begitu dekat sehingga Dewan Perwakilan Rakyat akan memutuskan presiden,” tutur Gregg.

    Mendasarkan pemilih pada representasi kongres mencerminkan kompromi di antara negara bagian mengenai delegasi tersebut. Negara bagian dengan populasi yang lebih besar diberikan jumlah anggota DPR yang lebih besar dan proporsional, dan negara bagian dengan populasi yang lebih kecil diberikan jumlah senator yang sama (dua) yang dimiliki oleh negara bagian yang lebih padat.

    Halaman Selanjutnya
    District of Columbia dan 48…


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id