Electoral College, Penentu Kemenangan dalam Pemilu Presiden AS

    Fajar Nugraha - 26 Oktober 2020 17:05 WIB
    Electoral College, Penentu Kemenangan dalam Pemilu Presiden AS
    Presiden AS Donald Trump akan berhadapan dengan Joe Biden dalam Pemilu Presiden 3 November 2020. Foto: The New York Times
    Jakarta: Rakyat Amerika Serikat (AS) akan memilih presiden mereka pada 3 November 2020 mendatang. Petahana Presiden Donald Trump dihadapkan pada perlawanan sengit dari Capres dari Partai Demokrat, Joe Biden.

    Ketika warga AS memberikan suaranya dalam Pilpres 3 November mendatang, mereka sebenarya memberikan suara kepada kelompok petugas yang menentukan electoral college vote, kelompok orang itu disebut dengan elector. Electoral college ini yang nantinya menjadi penentu siapa pemenang dalam pilpres.

    Para pemangku electoral college ini bertemu setiap empat tahun sekali, beberapa pekan sebelum hari pemungutan suara untuk menjalankan tugasnya.

    Jumlah elector dari setiap negara bagian dianggap bisa mewakili dari seluruh jumlah populasi. Hingga saat ini ada 538 elector secara total.

    California menjadi negara bagian yang memiliki electoral college yang besar, yakni mencapai 55. Sementara negara bagian yang populasinya tidak terlalu banyak seperti Wyoming, Alaska dan North Dakota serta Washington DC memiliki electoral college minimal tiga.

    Setiap elector mewakili satu electoral vote dan setiap kandidat calon presiden membutuhkan suara mayoritas mencapai 270 atau lebih untuk memenangkan pilpres.

    Seperti disebutkan dari Share America, saat warga AS memberikan suara pemilihan presiden mereka, mereka akan memilih seseorang seperti Hagner Mister atau Rex Teter.

    Siapa yang pernah mendengar tentang Mister atau Teter? Faktanya, sebagian besar pemilih yang memilihnya pada tahun 2016 tidak mengetahui siapa dirinya. Selama pemilihan presiden terakhir, Mister dan Teter menjabat sebagai elector. Mereka adalah kelompok yang merupakan bagian penting dari sistem Amerika untuk memilih presiden.

    Meskipun Konstitusi tidak mewajibkan pemilih mengikuti pemilihan umum negara bagian mereka, banyak undang-undang negara bagian menerapkannya. Meskipun jarang, elector telah menantang undang-undang tersebut dan memilih orang lain. Namun pada Juli 2020, Mahkamah Agung memutuskan bahwa undang-undang negara bagian tersebut adalah konstitusional. Para elector harus mengikuti pemilihan umum negara bagian mereka, jika negara bagian telah mengesahkan undang-undang semacam itu.

    Halaman Selanjutnya
    District of Columbia dan 26…
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id