Vaksin Moderna 100 Persen Manjur Lawan Kasus Covid-19 Parah

    Fajar Nugraha - 02 Desember 2020 20:20 WIB
    Vaksin Moderna 100 Persen Manjur Lawan Kasus Covid-19 Parah
    Vaksin covid-19 dari Moderna ampuh 100 persen untuk kasus parah. Foto: AFP
    New York: Moderna mengumumkan hasil akhir penelitian atas vaksin covid-19 yang mereka kembangkan. Hasil baru menunjukkan vaksin itu 100 persen manjur melawan kasus covid-19 yang parah.

    Vaksin korona dari Moderna ini mungkin menawarkan tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap covid-19 dan tampaknya tidak ada bukti bahwa kemanjuran lebih buruk pada usia yang lebih tua. Hal itu terlihat dari analisis utama untuk fase akhir penelitian.

    “Analisis studi COVE tahap ketiga terhadap calon vaksin, yang disebut mRNA-1273, melibatkan 30.000 peserta termasuk 196 kasus covid-19. 30 kasus di antaranya parah,” pernyataan Moderna, seperti dikutip The Telegraph, Rabu 2 Desember 2020.

    “Kemanjuran vaksin melawan penyakit itu 94,1 persen, dan kemanjuran vaksin melawan covid-19 yang parah adalah 100 persen,” imbuh pihak Moderna.

    Pihak perusahaan menambahkan bahwa vaksin umumnya ditoleransi dengan baik tanpa masalah keamanan serius yang diidentifikasi hingga saat ini.

    Penelitian ini telah melampaui median tindak lanjut selama dua bulan setelah vaksinasi.

    Inggris telah mendapatkan tujuh juta dosis vaksin dari perusahaan AS itu. Jumlah tersebut cukup untuk sekitar 3,5 juta orang di Inggris.

    Mengumumkan hasilnya pada hari Senin, Moderna mengatakan pihaknya berencana untuk meminta otorisasi penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA) AS, untuk mengajukan izin pemasaran bersyarat dengan European Medicines Agency (EMA). Mereka juga mengajukan untuk melanjutkan tinjauan bergulir, yang mana telah dimulai dengan badan pengatur internasional.

    Moderna lanjutkan dengan proses ‘tinjauan bergulir’ untuk kandidat vaksin covid-19 dengan Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA). Hal ini disebutkan oleh perusahaan bioteknologi Amerika itu dalam pernyataan pers pada Senin 30 November malam.

    FDA) mengatakan, tinjauan bergulir mempercepat proses pemeriksaan dengan mengizinkan pengembang obat atau vaksin untuk mengirimkan bagian dari aplikasi mereka setelah selesai.

    Selain Singapura, Moderna mengatakan pihaknya juga telah memulai proses tinjauan bergilir dengan pihak berwenang di Uni Eropa, Kanada, Swiss, Inggris dan Israel.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id