Rusia: Tak Ada Relawan Terinfeksi Covid-19 Usai Disuntik Vaksin Sputnik

    Fajar Nugraha - 12 Oktober 2020 16:07 WIB
    Rusia: Tak Ada Relawan Terinfeksi Covid-19 Usai Disuntik Vaksin Sputnik
    Vaksin Sputnik V dari Rusia yang dikembangkan Institut Gamaleya. Foto: AFP
    Moskow: Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Rusia yang mengembangkan vaksin Sputnik V menegaskan tidak ada relawan terinfeksi virus korona (covid-19). Hal ini dipastikan oleh pimpinan dari institut itu.

    Kepala Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya Alexander Gintsburg membantah laporan bahwa adanya relawan yang terinfeksi covid-19, selama uji klinis dilakukan.

    Klaim beredar di aplikasi Telegram bahwa beberapa sukarelawan telah terinfeksi setelah kontak dengan orang-orang yang positif virus korona meskipun menerima vaksin. Akibatnya di antara relawan membentuk antibodi.

    “Apa artinya 'mereka jatuh sakit'? Mereka tidak dianggap diinokulasi setelah menerima fase pertama (vaksin). Mereka mulai membentuk antibodi pada hari keempat atau kelima, jadi, mereka mencapai titik tertinggi pada hari ke-15 dalam kasus terbaik,” ujar Gintsburg, seperti dikutip Sputnik, Senin 12 Oktober 2020.

    “Sementara itu (pembentukan antibodi) juga dapat terjadi pada hari ke-21 atau bahkan ke-28. Faktanya, mereka baru diinokulasi setelah menerima vaksin porsi kedua, pada hari ke-42 setelah mendapat porsi pertama. Adakah yang jatuh sakit pada hari ke-42?" imbuh Alexander Gintsburg.

    Gintsburg menekankan bahwa seseorang dapat dianggap divaksinasi hanya pada hari ke-21 setelah menerima porsi kedua dari Sputnik V. Dia mencatat bahwa "jatuh sakit" dan "terinfeksi" adalah hal yang berbeda.

    "Sekitar 2.000 orang telah menerima vaksin bagian pertama dan kedua. Tidak ada orang (yang terinfeksi) di antara mereka," tegas.

    Sputnik V didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus. Ini menjadi vaksin terdaftar pertama untuk melawan covid-19 di dunia.

    Namun reaksi dunia internasional tidak menyambut baik kehadiran vaksin tersebut. Negara Barat khususnya menilai vaksin itu mendapat otorisasi secara terburu-buru, karena dikeluarkan di saat uji klinis fase tiga masih membuahkan vaksin.

    Banyak yang meragukan keampuhan ataupun keamanan dari vaksin Sputnik V ini. Namun Rusia menegaskan bahwa mereka yang meragukan hanya iri dengan kemampuan ilmuwan Rusia lebih dulu berhasil kembangkan vaksin covid-19.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id