comscore

Demonstran Anti-Vaksin di Prancis Bertekad Membuat Macron Jengkel

Willy Haryono - 09 Januari 2022 12:15 WIB
Demonstran Anti-Vaksin di Prancis Bertekad Membuat Macron Jengkel
Ratusan demonstran anti-vaksin berunjuk rasa di Paris, Prancis, 8 Januari 2022. (Christophe ARCHAMBAULT / AFP)
Paris: Demonstran anti-vaksin di beberapa kota di seantero Prancis mengecam Presiden Emmanuel Macron yang berniat "membuat jengkel" warga yang menolak divaksinasi dengan cara memberlakukan berbagai pembatasan. Macron mengaku tidak akan memaksakan vaksinasi, namun hanya akan membuat hidup mereka menjadi sulit sehingga pada akhirnya terpaksa divaksinasi.

Di Paris, para pengunjuk rasa menggunakan kata-kata yang sama dengan Macron. "Kami akan membuat Anda jengkel," teriak mereka, dikutip dari laman Global News, Sabtu, 8 Januari 2022.
Sebagian lainnya membawa spanduk bertuliskan "katakan tidak pada paspor vaksin," yang merujuk pada upaya hukum Macron dalam mewajibkan bukti vaksinasi sebagai syarat memasuki ruang-ruang publik seperti kafe, bar atau museum.

Tayangan di televisi lokal Prancis memperlihatkan ketegangan antara demonstran dan polisi. Selain di Paris, aksi protes menentang Macron dan vaksinasi juga berlangsung di Marseille, Nantes, dan Le Mans.

"(Pernyataan Macron) tidak dapat diterima. Kami bukan kelompok yang tidak bertanggung jawab," ujar seorang pekerja administrasi rumah sakit, Virginie Houget, yang menolak divaksinasi karena sudah pernah terinfeksi Covid-19 tahun lalu.

Para pengunjuk rasa menuduh Macron telah menginjak-injak kebebasan mereka dan mendiskriminasi warga. Menurut Macron, kewajiban vaksinasi merupakan tanggung jawab warga dalam melindungi kesehatan orang lain.

Baca:  Macron Bertekad Membuat 'Jengkel' Warga Prancis yang Menolak Divaksinasi

Prancis mencatat lebih dari 300 ribu infeksi Covid-19 untuk kali kedua sepanjang pekan ini pada Jumat kemarin. Jumlah rawat inap di Prancis, termasuk pasien Covid-19, meningkat secara bertahap, membebani sistem kesehatan di seantero negeri.

Beberapa rumah sakit di Prancis melaporkan bahwa 85 persen pasien di unit perawatan intensif belum menjalani vaksinasi Covid-19. Sementara di level nasional, 90 persen dari warga Prancis berusia 12 tahun ke atas sudah mengikuti vaksinasi lengkap.

Tiga bulan sebelum pemilihan umum presiden Prancis, ucapan 'kasar' Macron dinilai merupakan sesuatu yang sudah diperhitungkan. Ini dikarenakan banyak warga Prancis merasa frustrasi terhadap segelintir orang yang masih menolak divaksinasi.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id