comscore

Blinken: Presiden Ekuador Janji Tegakkan Demokrasi di Tengah Darurat Narkoba

Marcheilla Ariesta - 20 Oktober 2021 08:05 WIB
Blinken: Presiden Ekuador Janji Tegakkan Demokrasi di Tengah Darurat Narkoba
Menlu AS Antony Blinken (kiri) dan Presiden Ekuador Guillermo Lasso/AFP
Quito: Presiden Ekuador Guillermo Lasso berjanji akan menegakkan nilai-nilai demokratis selama keadaan darurat melawan perdagangan narkoba. Janji tersebut disampaikan saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berkunjung ke negara itu.

"Operasi harus sangat fokus pada apa yang ingin mereka capai dan terbatas dalam durasi, serta tentu saja, mengikuti dan melanjutkan dengan cara menjunjung tinggi nilai demokrasi," kata Blinken, dilansir dari AFP, Rabu, 20 Oktober 2021.

"Presiden (Lasso) meyakinkan saya, bahwa pemerintahnya berkomitmen menegakkan semua standar yang sangat penting bagi rakyat Ekuador," lanjut dia.

Blinken membuka perjalanan Amerika Selatan pertamanya sebagai menteri luar negeri di Ekuador. Ia memuji Lasso sebagai juara demokrasi sejak pemilihan tak terduga pengusaha konservatif awal tahun ini.

Baca juga: Ekuador Terapkan Keadaan Darurat Terkait Kekerasan Narkoba

Saat Blinken pergi, Lasso mengatakan dia mengirim pasukan dan polisi ke jalan untuk memerangi perdagangan narkoba menyusul serentetan kekerasan.

Menurut Biden, keadaan darurat tidak bertentangan dengan demokrasi.

"Kami sangat memahami bahwa demokrasi terkadang perlu mengambil tindakan luar biasa untuk memastikan keselamatan dan keamanan warganya," serunya.

Blinken berjanji bahwa Amerika Serikat akan melakukan bagiannya dengan terus mengupayakan pengurangan permintaan obat-obatan terlarang.

Pada Senin, 18 Oktober, Lasso mengumumkan keadaan darurat di negara yang bergulat dengan lonjakan kekerasan terkait narkoba. Dia juga memerintahkan mobilisasi polisi dan militer di jalan-jalan.

Lasso mengatakan, "dalam beberapa tahun terakhir Ekuador telah berubah dari negara penyelundup narkoba menjadi negara yang juga mengonsumsi narkoba".

Keadaan darurat yang diberlakukan selama 60 hari memungkinkan pemerintah untuk memobilisasi 3.600 tentara dan polisi untuk berpatroli di 65 penjara di seluruh negeri. Lasso mengatakan polisi juga akan berpatroli di jalan-jalan.(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id