Brasil Tuduh Vaksin Covid-19 Rusia Bawa Virus Flu Hidup

    Fajar Nugraha - 29 April 2021 10:34 WIB
    Brasil Tuduh Vaksin Covid-19 Rusia Bawa Virus Flu Hidup
    Brasil sebut vaksin covid-19 Sputnik V membawa virus flu aktif. Foto: AFP



    Washington: Kiriman vaksin yang tercemar dari vaksin Sputnik V dari Rusia yang dikirim ke Brasil diduga membawa virus flu. Hal ini disampaikan dalam laporan regulator kesehatan negara Amerika Selatan itu.

    Laporan itu menjelaskan keputusan Brasil untuk melarang impor vaksin covid-19 buatan Negeri Beruang Merah tersebut.

     



    Ahli virologi terkemuka Angela Rasmussen mengatakan kepada AFP bahwa temuan itu "menimbulkan pertanyaan tentang integritas proses produksi" dan bisa menjadi masalah keamanan bagi orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah, jika masalahnya ditemukan meluas.

    Institut Gamaleya Rusia, yang mengembangkan vaksin tersebut, membantah laporan tersebut.

    Masalahnya berpusat di sekitar "vektor adenovirus”. Ini adalah virus yang biasanya menyebabkan penyakit pernapasan ringan tetapi dalam vaksin dimodifikasi secara genetik sehingga tidak dapat mereplikasi, dan diedit untuk membawa instruksi DNA bagi sel manusia untuk mengembangkan protein lonjakan virus korona.

    Ini pada gilirannya melatih sistem manusia untuk bersiap jika kemudian bertemu dengan virus korona yang sebenarnya.

    Vaksin Sputnik V menggunakan dua vektor adenovirus yang berbeda untuk menyelesaikan tugas ini: adenovirus tipe 26 (Ad26) untuk suntikan pertama, dan adenovirus tipe 5 (Ad5) untuk suntikan kedua.

    Menurut tayangan slide yang diunggah secara online, para ilmuwan di regulator Brasil, Anvisa mengatakan, mereka menguji sampel suntikan penguat dan menemukan itu "mampu mereplikasi”. Ini berarti bahwa begitu berada di dalam tubuh, adenovirus dapat terus berkembang biak.
     


    Mereka menambahkan bahwa ini kemungkinan besar terjadi karena masalah produksi yang disebut "rekombinasi", di mana adenovirus yang dimodifikasi telah mendapatkan kembali gen yang diperlukan untuk mereplikasi saat sedang tumbuh di dalam sel manusia yang direkayasa di laboratorium.


    Regulator Brasil tidak evaluasi

    Rasmussen, seorang ilmuwan peneliti di Canada's Vaccine and Infectious Disease Organization menggambarkan kesalahan tersebut sebagai masalah kontrol kualitas. Bukan masalah yang melekat pada teknologi.

    “Jika kumpulan yang digunakan di dunia nyata tercemar, maka bagi kebanyakan orang ini mungkin tidak menjadi masalah besar karena adenovirus umumnya tidak dianggap sebagai patogen manusia yang sangat penting," katanya.

    "Tetapi pada orang yang kekebalannya terganggu mungkin ada tingkat efek samping yang lebih tinggi karena itu, termasuk yang berpotensi serius,” sebut Rasmussen.

    Masalah yang lebih besar, tambahnya, adalah dampak yang tidak menguntungkan pada kepercayaan terhadap vaksin yang menurut sebuah studi di jurnal The Lancet aman dan lebih dari 90 persen efektif.

    “Jika orang tidak yakin bahwa vaksin yang mereka terima sama dengan yang dipelajari dalam uji coba, maka Saya dapat membayangkan bahwa beberapa orang mungkin memiliki keraguan sama sekali untuk mendapatkan vaksin itu," imbuh Rasmussen.

    Hal lain yang tidak diketahui adalah apakah masalah produksi yang menyebabkan vektor adenovirus dapat bereplikasi juga mematikan kode DNA untuk protein lonjakan tersebut. Kondisi itu membuat suntikan tidak efektif sebagai vaksin virus korona.
     


    Wakil Direktur Gamaleya Institute Denis Logunov menanggapi dugaan itu dengan mengatakan: “Pernyataan yang saya baca di pers tidak ada hubungannya dengan kenyataan dan bahwa vektor adenovirus tidak dapat mereplikasi”.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (FJR)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id