AS Dirundung Masalah, Bagaimana Nasib Pelantikan Biden?

    Marcheilla Ariesta - 18 Januari 2021 20:41 WIB
    AS Dirundung Masalah, Bagaimana Nasib Pelantikan Biden?
    Presiden terpilih AS Joe Biden. Foto: AFP.



    Washington: Penasihat utama Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menguraikan rencananya untuk mengatasi berbagai krisis negara. AS saat ini tengah dirundung berbagai masalah mulai dari pandemi virus korona (covid-19) hingga pemakzulan Presiden Donald Trump.

    Washington kini berada di bawah pengawasan ribuan pasukan Garda Nasional. Bahkan di Capitol, tempat Biden dilantik nanti, sudah dipasang penghalang keamanan.






    "Peristiwa beberapa pekan terakhir ini membuktikan betapa rusaknya jiwa Amerika dan pentingnya memulihkannya. Pekerjaan ini akan dimulai Rabu," kata Ron Klain, kepala staf baru Biden.

    Dilansir dari AFP, Senin, 18 Januari 2021, Klain mengatakan mereka sudah memiliki rencana untuk memperbaikinya.

    Tak hanya pandemi covid-19, AS juga berjuang membangkitkan kembali ekonomi, perubahan iklim, dan ketegangan rasial. Di hari pertamanya, Biden ingin Kongres bertindak cepat atas rencana stimulus besar-besaran hingga USD1,9 triliun untuk menghidupkan kembali ekonomi.

    Ia juga merencanakan serangan kilat untuk mempercepat peluncuran vaksin covid-19. Targetnya adalah melihat 100 juta dosis vaksin disuntukkan dalam 100 hari ia menjabat.

    "Langkah ini benar-benar dapat dicapai," ucap pakar kesehatan terkenal AS, Anthony Fauci.

    "Kelayakan tujuannya sangat jelas, tidak ada keraguan tentang itu," tegas Fauci.

    Untuk masalah pemakzulan Trump, Kongres masih belum menyampaikan jadwal sidangnya. Namun, Biden berharap Kongres dapat menangani gangguan 'mencolok' itu.

    Baca juga: Negara Bagian AS Bersiap Hadapi Protes Kekerasan, Demo Kecil Terlihat

    Menurut orang dekat Trump, pemakzulan presiden jelang pelepasan jabatannya sangat memalukan. Ia mendesak agar Kongres menunda sidang pemakzulan tersebut.

    "Tidak ada gunanya memakzulkan Presiden Trump ketika ia keluar dari jabatannya," ungkap Senator Lindsey Graham.

    Meski demikian, kekhawatiran masih membendung jelang pelantikan Biden. Kericuhan di Capitol 6 Januari lalu oleh pendukung Trump memicu ketegangan hingga kini.

    Media AS melaporkan, sejumlah kecil pengunjuk rasa bersenjata di luar gedung DPR di berbagai negara bagian tengah diawasi oleh petugas keamanan. Di ibu kota Washington, ribuan pasukan Garda Nasional melarang kerumunan orang, dan menutup jalan dengan truk besar serta penghalang beton.

    "(Pelantikan) ini akan menjadi yang perdana, tidak seperti yang lain karena covid-19," kata Wakil Presiden terpilih, Kamala Harris.

    "Tapi kita akan dilantik. Dan kita akan melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan," tegasnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id