Trump Tolak Kecam Rusia atas Kasus Keracunan Navalny

    Willy Haryono - 05 September 2020 08:05 WIB
    Trump Tolak Kecam Rusia atas Kasus Keracunan Navalny
    Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak mengecam Rusia atas kasus keracunan yang dialami tokoh oposisi Moskow, Alexei Navalny. Penolakan dilakukan meski sejumlah pemimpin global, termasuk beberapa pejabat AS, menyalahkan Rusia atas kasus tersebut.

    Dalam sebuah konferensi pers pada Jumat 4 September, Trump ditanya mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada Rusia terkait kasus keracunan Navalny. Pertanyaan disampaikan usai Pemerintah Jerman mengatakan bahwa sebuah zat kimia yang diklaim sering dipakai Kremlin telah digunakan terhadap Navalny.

    "Kami akan melihat kasus ini dengan sangat serius. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi saya rasa sangat tragis. Kejadian seperti itu seharusnya tidak pernah terjadi," kata Trump."

    "Sejauh ini belum ada bukti apapun, tapi saya akan melihatnya lebih dekat," sambungnya, dikutip dari laman CNN, Sabtu 5 September 2020.

    Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah sama-sama mengecam kasus keracunan Navalny. Keduanya meminta Rusia untuk segera menjelaskan apa yang sebenarnya kepada tokoh oposisi itu.

    Sebuah tes di laboratorium milik Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) membuktikan secara jelas bahwa Navalny diserang dengan zat beracun Novichok. NATO menyebut peristiwa yang menimpa Navalny sebagai "percobaan pembunuhan."

    "Sangat menarik saat semua orang selalu menyebut-nyebut Rusia," ujar Trump saat ditanya awak media mengenai Navalny.

    "Tapi seharusnya kalian lebih sering menyebut Tiongkok, karena apa yang dilakukan Tiongkok jauh lebih buruk, jika kalian melihat apa yang terjadi di dunia saat ini," lanjutnya.

    Masih dalam keterangan pers yang sama, Trump ditanya mengenai apa yang akan dilakukan jika Rusia terbukti meracuni Navalny. "Tentu saya sama sekali tidak akan senang," ucapnya, sembari menambahkan dirinya masih tetap menjalin hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Dalam sebuah video, Navalny -- kritikus keras Presiden Rusia Vladimir Putin -- berteriak kesakitan dalam penerbangan dari Tomsk ke Moskow pada Kamis pekan kemarin. Para pendukungnya menduga ada seseorang yang memasukkan racun ke dalam teh yang diminum Navalny di bandara Tomsk.
     
    Pesawat yang membawa Navalny ke Moskow terpaksa mendarat darurat di Omsk. Di sana, ia dirawat di sebuah rumah sakit setempat. Dari Omsk, Navalny diterbangkan ke Jerman dan dirawat di rumah sakit Charite.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id