AS Tawarkan Hadiah Rp244 Miliar untuk Tangkap Presiden Venezuela

    Fajar Nugraha - 27 Maret 2020 07:38 WIB
    AS Tawarkan Hadiah Rp244 Miliar untuk Tangkap Presiden Venezuela
    Amerika Serikat dakwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai kepala kartel. Foto: AFP
    Washington: Kejaksaan Agung AS mengumumkan dakwaan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dakwaan menyebutkan bahwa Maduro sebagai kepala kelompok kartel narkoba.

    Selain mendakwa Maduro, Kejagung AS juga menawarkan uang hadiah sebesar USD15 juta atau sekitar Rp244 miliar. Hadiah diberikan untuk siapapun yang bisa memberikan informasi dan berujung kepada penangkapannya

    Menurut pihak AS, Maduro dituduh sebagai kepala kelompok penyelundupan kokain yang disebut ‘Cartel of the Sun atau Kartel Matahari’. Kartel ini menurut klaim AS, mengekspor ratusan ton obat-obatan terlarang yang bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang secara resmi disebut sebagai 'organisasi teroris' oleh AS.

    Juga didakwa belasan pejabat lain dari pemerintahan Maduro. Mereka yang didakwa termasuk anggota militer dan peradilan Venezuela, termasuk kepala pengadilan negara itu.

    Dakwaan itu dikeluarkan di beberapa yurisdiksi AS termasuk New York dan Miami, dengan tuduhan mulai dari ‘konspirasi hingga terorisme narkotika’ termasuk juga pencucian uang.

    "Selama lebih dari 20 tahun, Maduro dan sejumlah kolega berpangkat tinggi diduga berkonspirasi dengan FARC, menyebabkan ton kokain masuk dan menghancurkan warga Amerika," kata Jaksa Agung Bill Barr, seperti dikutip AFP, Jumat, 27 Maret 2020.

    "Sudah waktunya untuk memanggil rezim ini apa adanya. Rezim Maduro dibanjiri korupsi dan kriminalitas,” katanya.

    Barr mengatakan pemerintahan Maduro telah mendukung kelompok FARC yang memisahkan diri di sepanjang perbatasan Kolombia-Venezuela. Kelompok ini terlibat dalam perdagangan narkoba.

    Juga didakwa adalah Diosdado Cabello, mantan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, mantan kepala intelijen militer Hugo Armando Carvajal Barrios, Jenderal Cliver Antonio Alcala Cordones, dan Ketua Mahkamah Agung Maikel Moreno.

    Kementerian Luar Negeri AS juga mengumumkan hadiah USD10 juta atau sekitar Rp162 miliar untuk Cabello, Alcala dan Carvajal.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id