Laporan AS Sebut Putra Mahkota Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi

    Yogi Bayu Aji - 27 Februari 2021 03:22 WIB
    Laporan AS Sebut Putra Mahkota Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi
    Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP



    Washington: Laporan baru yang dibuka intelijen Amerika Serikat (AS) menyebutkan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyetujui operasi membunuh jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Rilis laporan pemerintahan Presiden Joe Biden itu menjadi tanda bila presiden baru akan mencoba mengisolasi Mohammed bin Salman.

    Laporan intelijen rahasia yang sebelumnya dirilis oleh pemerintahan Biden menunjukkan bila banyak bukti yang digunakan menarik kesimpulan itu tetap dirahasiakan. Termasuk, rekaman pembunuhan dan mutilasi terhadap tubuh Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul yang diperoleh intelijen Turki. 






    Namun, laporan itu menguraikan siapa yang melakukan pembunuhan dan menggambarkan apa yang diketahui Pangeran Mohammed tentang operasi itu. Laporan juga menjelaskan bagaimana CIA menyimpulkan Pangeran Mohammed memerintahkan dan bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

    Rilis laporan itu juga mengisyaratkan Presiden Biden, tidak seperti Donald Trump, tidak akan mengesampingkan pembunuhan Khashoggi dan pemerintahannya bermaksud mencoba mengisolasi putra mahkota, meskipun akan menghindari tindakan yang akan mengancam hubungan dengan putra mahkota. Pejabat pemerintah AS mengatakan tujuan mereka adalah kalibrasi ulang, bukan pemutusan hubungan.

    Pengungkapan laporan tersebut menjadi pertama kalinya komunitas intelijen AS mempublikasikan kesimpulannya dan dokumen yang dideklasifikasi itu merupakan teguran keras kepada Pangeran Mohammed, penguasa de facto Arab Saudi, dan sekutu dekat pemerintahan Trump, yang terus mendukungnya. Khususnya, setelah pembunuhan Khashoggi yang memicu kemarahan internasional.

    “Kami menilai bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi,” kata laporan yang dikeluarkan oleh Direktur Badan Intelijen Nasional, Avril D Haines, seperti dikutip The New York Times, Sabtu 27 Maret 2017.

    Laporan empat halaman itu berisi beberapa fakta utama yang sebelumnya tidak diungkapkan. Ini mengulangi kesimpulan CIA di musim gugur 2018 bila Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan Khashoggi, sosok seorang kolumnis Washington Post dan penduduk tetap resmi Virginia yang kritis terhadap pemerintah Saudi. Laporan itu ditulis setahun yang lalu setelah Kongres, yang telah diberi pengarahan tentang temuan mengesahkan undang-undang yang mewajibkan kesimpulan badan intelijen untuk dibuka dan dirilis.

    Tetapi laporan yang tidak diklasifikasikan masih memiliki kekuatan untuk mengejutkan mengingat kebrutalan pembunuhan tersebut. Pejabat Arab Saudi membujuk Khashoggi ke konsulat, di mana mereka membunuhnya dan dikatakan menggunakan gergaji tulang untuk memotong-motong tubuhnya.

    Baca: Telepon Raja Salman, Biden Tak Bahas Laporan Intel Terkait Khashoggi

    Meskipun deskripsi resmi Gedung Putih dari  laporan tidak mengatakan bahwa kedua pemimpin tersebut membahas laporan tersebut, pejabat lain mengatakan tujuan diskusi tersebut adalah agar Biden menjelaskan mengapa dia merilis temuan dan menguraikan langkah-langkah pemerintah selanjutnya. Pemerintah AS telah menjelaskan bahwa Biden hanya akan berbicara dengan Raja Salman, sebagai kepala negara, dan tidak akan berbicara langsung dengan putra mahkota.

    Pejabat senior senior pemerintahan AS mengatakan meski Pangeran Mohammed tidak diterima di Amerika Serikat, mereka tidak akan dapat memutuskan semua diskusi antara dia dan pemerintah. Namun,  AS menerapkan saksi kepada pemerintah Saudi pada Maret 2021, membatasi penjualan senjata, dan memutuskan dukungan untuk perang kerajaan di Yaman.

    Senator Mark Warner dari Virginia yang memimpin Komite Intelijen Senat, mengatakan Amerika Serikat sebelumnya gagal meminta pertanggungjawaban Arab Saudi. 

    "Saya terdorong untuk melihat pemerintahan baru mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya dengan merilis laporan yang telah lama tertunda dari mandat Kongres atas pembunuhannya," pungkas Warner.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id