Mantan Sekjen PBB Perez De Cuellar Wafat di Usia 100 Tahun

    Arpan Rahman - 05 Maret 2020 19:04 WIB
    Mantan Sekjen PBB Perez De Cuellar Wafat di Usia 100 Tahun
    Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perdana Menteri Peru, Javier Perez de Cuellar. Foto: AFP
    Lima: Mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perdana Menteri Peru, Javier Perez de Cuellar meninggal dalam usia 100 tahun. Putra dari Perez de Cuellar mengatakan kepada stasiun radio lokal RPP bahwa ayahnya meninggal di rumahnya di Peru.

    Selama dua masa jabatannya sebagai Sekjen PBB, ia menjadi perantara perjanjian damai di Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

    Prestasi penting yang dia capai di antaranya merundingkan gencatan senjata antara Iran dan Irak pada 1988 setelah delapan tahun konflik.

    Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB saat ini, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia "sangat bersedih" mengetahui berita ini.

    "Dia adalah seorang negarawan ulung, diplomat yang berkomitmen, dan inspirasi pribadi yang meninggalkan dampak besar pada PBB dan dunia kita," tambah Guterres, dilansir dari BBC, Kamis 5 Maret 2020.

    Dalam sebuah tweet, Presiden Peru Martín Vizcarra menyebut Perez de Cuellar "seorang demokrat yang tulus mengabdikan seluruh hidupnya untuk bekerja demi mengharumkan negara kita".

    Perez de Cuellar belajar hukum di Universitas Katolik Lima sebelum memulai karir diplomatik di kementerian luar negeri Peru.

    Dia bertugas di kedutaan besar di seluruh Eropa dan Amerika Latin, dan bergabung dengan delegasi Peru ke Majelis Umum PBB pertama pada 1946.

    Di PBB, ia memimpin Dewan Keamanan yang berpengaruh dan, sebagai perwakilan khusus, memperantarai kesepakatan damai antara Yunani dan Turki pada 1974, setelah invasi Turki ke Siprus.

    Pada 1981, ia dinobatkan sebagai Sekretaris Jenderal kelima PBB -- yang pertama dari Amerika Latin -- dan memimpin badan internasional tersebut selama beberapa tahun paling kritis dari Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

    Selain perang Iran-Irak, di akhir masa jabatan keduanya pada 1991, ia telah membantu mengakhiri permusuhan di Sahara Barat, dan perang saudara di El Salvador, Kamboja, dan Nikaragua.

    Sebagai Sekjen PBB, ia juga menjamin penarikan pasukan Soviet dari Afghanistan, dan memediasi kemerdekaan Namibia dari Afrika Selatan.

    Dia maju tapi gagal untuk kursi kepresidenan Peru pada 1995, kalah dari pemimpin yang memecah-belah negara itu Alberto Fujimori.

    Setelah Fujimori mengundurkan diri pada tahun 2000 di tengah skandal suap, Perez de Cuellar secara singkat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri, membantu pemerintah sementara memberikan pemilu yang bebas dan adil.

    Presiden negara yang baru terpilih Alejandro Toledo kemudian menunjuknya sebagai duta besar untuk Prancis. Pemakaman tokoh ini direncanakan Jumat.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id