Trump Sebut Covid-19 'Kung Flu' dalam Kampanye di Tulsa

    Willy Haryono - 21 Juni 2020 08:30 WIB
    Trump Sebut Covid-19 'Kung Flu' dalam Kampanye di Tulsa
    Presiden AS Donald Trump tiba dalam acara kampanye di Tulsa, Oklahoma, AS, 20 Juni 2020. (Foto: Nicholas Kamm/AFP/Getty)
    Tulsa: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan bahasa rasis dalam mendeskripsikan virus korona (covid-19) dalam sebuah acara kampanye di Tulsa, Oklahoma. Ia menyebut covid-19 sebagai "kung flu," yang merupakan plesetan dari kung fu -- seni bela diri asal Tiongkok.

    Tiongkok merupakan negara pertama yang mengonfirmasi kemunculan covid-19 pada akhir Desember 2019. Sejak saat itu, covid-19 telah menyebar ke lebih dari 200 negara dan menewaskan ratusan ribu orang.

    Sebelumnya, Trump telah berulang kali menyebut covid-19 sebagai "virus Tiongkok" atau "virus Wuhan." Pernyataan tersebut memicu kecaman dari banyak pihak, karena dianggap dapat memicu diskriminasi rasial terhadap Asia Amerika.

    Namun dalam acara kampanye di Tulsa, Trump kembali menggunakan bahasa rasis saat mendeskripsikan covid-19.

    "(Covid-19) ini memiliki banyak nama dibanding penyakit lainnya dalam sejarah. Saya dapat menamakannya kung flu. Saya dapat menamakannya dalam 19 nama berbeda," ujar Trump yang disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya.

    Trump telah beberapa kali membela pengunaan kata-katanya terkait covid-19. Dalam sebuah konferensi pers gugus tugas covid-19 pada Maret lalu. ia mengatakan bahwa mengaitkan covid-19 dengan Tiongkok sama sekali bukan perbuatan rasis. "(Covid-19) memang berasal dari Tiongkok. Saya hanya ingin akurat," sebut Trump kala itu.

    April lalu, wakil direktur legal Serikat Kebebasan Sipil Amerika Cecillia Wang menegaskan bahwa upaya menyalahkan Tiongkok (dalam pandemi covid-19) "dapat berujung pada aksi saling menyalahkan dan ketidakpedulian secara meluas."

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan agar orang-orang tidak mengaitkan covid-19 dengan Tiongkok untuk menghindari stigmatisasi.

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 8,7 juta dengan 463 ribu lebih kematian dan 4.333.688 pasien sembuh.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id