Kematian George Floyd

    Kedai Milik Diaspora Indonesia Jadi Korban Perusakan di AS

    Medcom - 03 Juni 2020 16:42 WIB
    Kedai Milik Diaspora Indonesia Jadi Korban Perusakan di AS
    Kedai Dua Coffee di Washington DC, Amerika Serikat yang pecah akibat dirusak pedemo. Foto: screengrab VOA Indonesia
    Washington: Kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) akibat protes menuntut keadilan atas kematian warga kulit hitam oleh polisi, sudah berlangsung selama lebih dari sepekan. Kerusuhan ini diwarnai pula dengan perusakan dan penjarahan terhadap beberapa usaha warga.

    Sayangnya kejadian perusakan dan penjarahan ini juga dialami oleh bisnis milik diaspora Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat. Kedai kopi Dua Coffee di Washington, DC dan restoran Bali Kitchen di New York, turut menjadi korban keganasan dari para perusuh.

    VOA Indonesia pada Selasa 2 Juni melaporkan bahwa kedai Dua Coffee di Washington, mengalami kerusakan akibat tindakan vandalisme para pedemo. Kedai ini berada sekitar 400 meter dari Gedung Putih.

    “Ini kerusakannya, Alhamdulillah hanya di satu panel saja dari tiga panel store front glass (kaca depan toko) kita. Pagi-pagi sampai (toko) ternyata masih ada layer (lapisan kaca) dalam itu sama sekali tidak rusak,” ujar Vivit Kavi, pemilik kedai kopi itu.

    Akibat kejadian ini, Dua Coffee pun memutuskan untuk menutup sementara kedai kopinya sesuai juga dengan saran pihak keamanan setempat. Ini menjadi pukulan terbaru setelah kedai kopi itu dibuka pada Sabtu 30 Mei lalu, usai mengikuti aturan pembatasan aktivitas setempat untuk mengatasi wabah covid-19. Kedai itu pun sempat ditutup selama 2,5 bulan.

    Sebagai langkah antisipasi, VIvit pun akan menutup kaca kedainya dengan kardus usai mendapat ‘bocoran’ akan adanya aksi protes. Polisi setempat pun tidak bisa menjamin keamanan jika ada massa kembali melakukan aksinya.

    Kejadian nahas dialami pula oleh restoran Bali Kitchen di New York. Bahkan restoran itu dua kali dirusak oleh massa.

    “Ini adalah yang kedua kalinya ya, minggu lalu juga (dirusak). Kita sudah ganti dengan kaca baru, tapi kali ini terjadi lagi, polisi bilang lebih baik diganti dengan board (papan) deh, lebih aman untuk sementara,” tutur pemilik restoran Bali Kitchen, Jazz Pasay.

    “Kalau minggu lalu mereka (pedemo) pecahkan kaca dan mengambil beberapa barang cash register (kasir) dan uang,” imbuh Jazz.

    Kerugian yang ditaksir dalam perusakan di Bali Kitchen ini diperkirakan mencapai lebih dari USD1.000 atau sekitar Rp14,5 juta. Kerugian itu termasuk untuk mengganti kaca sekitar USD400 atau sekitar Rp5,8 juta, juga untuk upah tenaga perbaikan hingga USD100 atau Rp1,4 juta per jam.

    Jazz tetap optimis menghadapi kejadian ini. Baginya, sebagai manusia harus tetap positif. “Walau apapun yang terjadi, silahkan jatuh tapi bukan berarti jatuh terus menangis menggerung-gerung, berlama-lama. Lebih baik jatuh dan kita bangkit lagi,” tegas Jazz.

    Gelombang protes melanda seantero AS usai George Floyd, seorang pria kulit hitam, meninggal usai lehernya ditindih seorang polisi bernama Derek Chauvin pada Senin 25 Mei.
     
    Chauvin dan tiga rekannya telah dipecat dari jajaran Kepolisian Minneapolis satu hari usai kejadian. Chauvin dijerat satu pasal pembunuhan tingkat tiga dan satu pasal kelalaian berujung kematian.
     
    Hasil autopsi resmi menunjukkan bahwa Floyd meninggal akibat dibunuh, terlepas dari sejumlah kondisi medis yang dideritanya.
      



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id