comscore

Dapat Izin dari Inggris, Ini 5 Fakta Pil Covid-19 Molnupiravir

Sri Yanti Nainggolan - 05 November 2021 13:25 WIB
Dapat Izin dari Inggris, Ini 5 Fakta Pil Covid-19 Molnupiravir
Obat covid-19 Molnupiravir disetujui penggunaannya di Inggris./BBC
Jakarta: Regulator obat-obatan Inggris menyetujui penggunaan pil covid-19 pertama, molnupiravir. Obat ini diproduksi oleh perusahaan Merck di Amerika Serikat (AS). 

Inggris telah setuju untuk membeli 480.000 courses molnupiravir dengan pengiriman pertama diharapkan pada November ini. Obat ini akan dimuat dalam bentuk kapsul dan akan dikenal dengan nama Lagevrio.
Dalam uji klinis, pil yang awalnya dikembangkan untuk mengobati flu ini malah mengurangi risiko rawat inap atau kematian akibat covid-19 hingga setengahnya.

Baca: Inggris Jadi Negara Pertama Izinkan Penggunaan Obat Anticovid, Molnupiravir

Berikut adalah beberapa fakta seputar pil covid-19 molnupiravir dilansir dari Yale Medicine

1. Cara kerja pil covid-19 molnupiravir 

Pil molnupiravir diujicoba pada pasien covid-19 yang mengalami gejala di hari pertama. Mereka meminum dua pil sehari selama lima hari. 

Dokter spesialis penyakit menular Yale Medicine, dr Albert Shaw, menyebutkan obat itu menghalangi kemampuan virus SARS-CoV-2 untuk bereplikasi saat masuk dalam aliran darah. 

Merck sepakat untuk perluas produksi generik dari pil Molnupiravir. Foto: Merck

Merck sepakat untuk perluas produksi generik dari pil Molnupiravir. Foto: Merck

Virus korona menggunakan RNA sebagai materi genetiknya. Struktur molnupiravir menyerupai blok bangunan kimia, nukleosida, yang digunakan untuk membuat RNA virus. Obat ini bekerja dengan memasukkan dirinya ke dalam RNA saat sedang disintesis sehingga terjadi banyak mutasi. 

"Dan ketika RNA ini diterjemahkan menjadi protein virus, protein ini mengandung terlalu banyak mutasi agar virus tidak berfungsi," lanjut dr Shaw. 

2. Efek samping pil covid-19 molnupiravir 

Berdasarkan data dalam rilis perusahaan, obat tersebut tampaknya memiliki profil keamanan yang bersih. Artinya, tidak ada efek samping yang serius pada peserta percobaan.

Karena molnupiravir bekerja dengan mengganggu cara virus korona mereplikasi RNA, ada kekhawatiran akan efek serupa pada DNA atau RNA manusia. Merck melaporkan data penelitian laboratorium menunjukkan bahwa molnupiravir tidak menyebabkan mutasi pada manusia.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id