WHO: Dunia Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 01 Agustus 2020 19:21 WIB
    WHO: Dunia Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Covid-19
    Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP.
    Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia harus mulai belajar hidup berdampingan dengan virus korona (covid-19). Kendati begitu, masyarakat global juga harus terus memerangi covid-19 dengan mengembangkan vaksin.

    Pernyataan disampaikan dalam pertemuan Komite Tingkat Tinggi yang berlangsung enam bulan setelah WHO menyatakan covid-19 sebagai darurat kesehatan dunia.

    "Sungguh menyedihkan jika dipikir bahwa enam bulan lalu, Anda (Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional) merekomendasikan saya untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," tuturnya kepada jajaran komite, dilansir dari AFP, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    "Saat itu, kasus infeksi masih di bawah 100 dan tidak ada kematian di luar Tiongkok," imbuhnya.

    Tedros mengatakan sejak awal virus itu muncul, banyak pertanyaan ilmiah yang telah dijawab. Namun, banyak juga yang belum terjawab.

    Jumat kemarin, komite WHO mengevaluasi kembali status darurat covid-19.

    "Hasil awal dari studi serologi menggambarkan gambaran konsisten: sebagian besar orang di dunia tetap rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang telah mengalami wabah parah," tuturnya.

    "Banyak negara yang percaya bahwa mereka telah melewati fase terburuk," sambung Tedros.

    Beberapa negara, yang tidak terlalu terpengaruh di fase awal wabah covid-19, kini mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian. Di waktu bersamaan, sejumlah negara yang mencatat wabah besar kini relatif mampu mengendalikannya.

    "Meskipun pengembangan vaksin terjadi dengan sangat cepat, kita harus belajar hidup dengan virus ini, dan kita harus berjuang dengan alat yang kita miliki," kata Tedros.

    Tedros mengatakan pemahaman yang lengkap tentang epidemiologi dan risiko global yang ditimbulkan oleh covid-19 memerlukan pengujian serologis sistematis.

    "Pengujian serologis mendeteksi antibodi dalam darah yang mengindikasikan jika seseorang telah terinfeksi," katanya.

    "Ini memberi tahu kita seberapa sering infeksi terjadi di antara populasi yang berbeda, berapa banyak orang yang memiliki infeksi ringan atau tanpa gejala, dan berapa banyak orang yang terinfeksi tetapi mungkin tidak diidentifikasi oleh pengawasan penyakit rutin," tambah dia.

    Ia mengatakan pengujian serologis mungkin mengungkapkan proporsi populasi mana yang bisa kebal terhadap covid-19 di masa mendatang.

    "Uji serologis memungkinkan para pembuat keputusan lokal, nasional, dan internasional untuk merespons secara kolektif dan lebih efektif, terhadap pandemi," katanya.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id