comscore

Presiden Honduras Bantu Selundupkan Berton-ton Kokain Ke AS

Fajar Nugraha - 10 Maret 2021 06:58 WIB
Presiden Honduras Bantu Selundupkan Berton-ton Kokain Ke AS
Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez berton-ton kokain ke Amerika Serikat. Foto: AFP
New York: Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez membantu menyelundupkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan seorang jaksa penuntut AS pada Selasa di pengadilan terhadap seorang tersangka pengedar narkoba.

“Terdakwa itu, Geovanny Fuentes, menyuap presiden dengan uang tunai USD25.000 (sekitar Rp360 juta) dan ini membuat Fuentes ‘tak tersentuh’,” kata Jaksa Jacob Gutwillig dalam membuka argumen di pengadilan federal New York, seperti dikutip AFP, Rabu 10 Maret 2021.

 



“Presiden (Honduras) membuat terdakwa seperti antipeluru,” ungkap Gutwilig.

Fuentes membayar uang itu kepada Hernandez dalam pertemuan 2013 dan 2014, kata jaksa. Sementara Hernandez, yang menyangkal semua tuduhan terhadapnya, telah berkuasa sejak Januari 2014.

Gutwilig mengatakan, akuntan Jose Sanchez, yang hadir dalam pertemuan itu menjelaskan kepada juri ‘rasa kaget, ketakutan yang dia rasakan saat melihat terdakwa duduk bersama presiden’.

Sanchez bekerja di sebuah perusahaan penanaman padi di mana terdakwa mencuci uang. “Saksi ini akan memberi tahu juri bahwa mereka akan mengangkut begitu banyak kokain ke AS sehingga mereka akan memasukkan obat ke hidung para gringo (warga asing),” kata Gutwillig.

Pengacara pembela Eylan Schulman mencoba mendiskreditkan apa yang diduga direncanakan saksi untuk diberitahukan kepada juri.

"Seharusnya USD25.000 adalah semua biaya untuk menyuap seorang presiden," kata Schulman.

Sanchez, ujar Schulman, "memiliki banyak keuntungan dan sedikit kerugian. Dia memiliki permohonan suaka yang menunggu di layanan imigrasi."

Pembela juga mengatakan kepada juri bahwa mereka seharusnya tidak mempercayai kesaksian yang diberikan oleh "salah satu pembunuh paling kejam yang pernah berjalan di Bumi ini," Leonel Rivera. Rivera dikenal sebagai mantan pemimpin kartel Honduras Los Cachiros, yang menewaskan 78 orang. Dia diadili atas tuduhan membunuh 15 orang lainnya dan dipenjarakan di Amerika Serikat karena perdagangan narkoba.

"Pemerintah (AS) setuju untuk membuat kesepakatan dengan setan ini, dia tidak boleh dipercaya," kata Schulman.

Jaksa penuntut AS menganggap Hernandez sebagai rekan konspirator Fuentes dalam penyelundupan berton-ton kokain ke AS, tetapi mereka belum menuduhnya.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id