Kematian Harian Pasien Covid-19 di Brasil Lampaui 4.000

    Willy Haryono - 07 April 2021 08:02 WIB
    Kematian Harian Pasien Covid-19 di Brasil Lampaui 4.000
    Tenaga kesehatan merawat pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Santo Andre, Brasil pada 26 Maret 2021. (Miguel SCHINCARIOL / AFP)



    Brasilia: Kementerian Kesehatan Brasil mencatat 4.195 kematian akibat Covid-19 pada Selasa, 6 April 2021, yang menjadikan totalnya sejauh ini mencapai 336.947. Angka tersebut merupakan tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    "Jika jumlah rata-rata di Brasil tetap seperti ini, maka angka hariannya dapat mencapai 5.000 di bulan April," kata Christovam Barcellos, seorang peneliti dari lembaga Fiocruz, dilansir dari laman Miami Herald.






    Angka kematian pasien Covid-19 di Brasil naik secara berkala, yang salah satunya diakibatkan minimnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan. Faktor lain penyebab tingginya kematian adalah kemunculan varian baru Covid-19 yang lebih menular.

    Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, total kematian Covid-19 di Brasil meningkat dari kisaran 200 ribu menjadi 300 ribu. Hal ini membuat rumah sakit di seantero negeri kewalahan menangani pasien.

    Varian baru Covid-19 terdeteksi di beberapa wilayah Brasil dan menyebar dengan cepat sejak perayaan tahun baru. Otoritas Brasil juga belum lama ini mendeteksi varian baru Covid-19 di kota Sorocaba, yang disebut-sebut mirip dengan yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

    Sementara itu, otoritas Brasil berusaha mempercepat face vaksinasi Covid-19. Brasil telah menyuntikkan total 25,4 juta dosis vaksin Covid-19 hingga Senin kemarin, dan pekan lalu, negara tersebut telah memvaksinasi 1 juta orang dalam kurun waktu 24 jam.

    Anvisa, regulator kesehatan Brasil, telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Johnson & Johnson. Ini merupakan vaksin keempat yang mendapat persetujuan Anvisa.

    Brasil telah membeli 38 juta dosis booster vaksin Johnson & Johnson, namun belum akan tiba di negara tersebut hingga Kuartal II tahun ini.

    Ana Freitas, pakar kesehatan publik, menyarankan agar pemerintah Brasil memberlakukan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) untuk menekan penyebaran Covid-19 sembari menanti kedatangan tambahan vaksin.

    Namun sejauh ini, Presiden Brasil Jair Bolsonaro terus menentang berbagai langkah protokol kesehatan yang diterapkan beberapa pemerintah daerah. Ia menilai lockdown tidak terlalu diperlukan dan hanya akan menghancurkan perekonomian negara.

    Baca:  Presiden Brasil Rombak 6 Menteri Terkait Penanganan Covid-19

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id