WHO Segera Putuskan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac dan Sinopharm

    Renatha Swasty - 16 April 2021 07:27 WIB
    WHO Segera Putuskan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac dan Sinopharm
    Vaksin Sinovac dan Sinopharm akan mendapat keputusan izin penggunaan dari darurat dari WHO. Foto: AFP



    Zurich: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan akhir bulan ini atau Mei terkait izin penggunaan darurat untuk vaksin covid-19 dari Sinopharm dan Sinovac. Keputusan diambil setelah tinjauan yang diperpanjang.

    "Kami menghubungi mereka untuk meninjau berkas yang telah diserahkan oleh kedua produsen vaksin," kata pakar vaksinasi WHO Eropa Siddhartha Datta pada konferensi pers virtual, seperti dikutip AFP, Jumat 16 April 2021.






    "Kami akan mendapatkan keputusan tentang daftar penggunaan darurat pada April atau awal Mei, jadi harap perhatikan itu,” ujar Datta.

    Panel WHO dalam tahap akhir peninjauan vaksin buatan Tiongkok mengatakan bahwa keputusan untuk setidaknya satu dapat diambil pada 26 April. Sementara pertemuan kedua telah direncanakan pada 3 Mei, jika lebih banyak waktu diperlukan untuk membuat keputusan mengenai kedua vaksin.

    Daftar WHO darurat semacam itu merupakan prasyarat untuk pembelian oleh fasilitas berbagi vaksin COVAX yang dirancang untuk mendapatkan suntikan ke negara-negara miskin. Izin juga membantu memandu negara-negara dengan sistem regulasi yang kurang berkembang tentang keamanan dan kemanjuran vaksin.

    Sejauh ini, WHO telah mengeluarkan daftar darurat untuk vaksin covid-19 Pfizer-BioNTech, serta versi vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India dan AstraZeneca-SKBio Korea Selatan.

    Salah satu vaksin lain dari Tiongkok, yaitu vaksin CanSino bergantung pada vektor virus untuk mengantarkan DNA guna memicu respons imun, teknik yang mirip dengan yang digunakan di vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Baik vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson saat ini sedang diselidiki karena hubungannya dengan gumpalan darah yang sangat langka dikombinasikan dengan jumlah trombosit yang rendah.

    CanSino mengatakan belum ada laporan pembekuan darah.

    Vaksin Sinovac, yang digunakan di Indonesia, Hong Kong dan Brasil, bergantung pada virus korona yang tidak aktif untuk menghasilkan respons kekebalan. Ini merupakan teknik yang digunakan selama beberapa dekade termasuk melawan polio.


    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id