Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Penggusuran di Sheikh Jarrah

    Willy Haryono - 10 Mei 2021 12:59 WIB
    Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Penggusuran di Sheikh Jarrah
    Sekjen PBB Antonio Guterres saat berada di Jenewa pada 29 April 2021. (Fabrice COFFRINI / AFP)



    New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta Israel untuk "menahan diri dan menghormati kebebasan berkumpul secara damai." Pernyataan disampaikan di saat ketegangan meningkat antara pasukan keamanan Israel dan demonstran Palestina di Yerusalem, termasuk di wilayah Sheikh Jarrah dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

    Pernyataan Guterres disampaikan saat bentrokan terbaru meletus antara pasukan Israel dan demonstran Palestina pada Senin dini hari di Yerusalem Timur.

     



    "Sekjen mengekspresikan kekhawatiran mendalam atas berlanjutnya aksi kekerasan di Yerusalem Timur serta kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka," ucap juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.

    "Beliau mendesak Israel untuk menghentikan semua penghancuran dan penggusuran," sambungnya, dilansir dari laman Arab News pada Senin, 10 Mei 2021.

    Ia menambahkan, Guterres juga menegaskan bahwa status quo di situs-situs suci Yerusalem tetap ditegakkan dan dihormati.

    Bentrokan di Yerusalem, termasuk di Kompleks Masjid Al-Aqsa, merupakan buntut dari ketegangan antara Israel dan Palestina dalam sebulan terakhir, yang salah satunya dipicu rencana penggusuran di wilayah Sheikh Jarrah.

    Baca:  Erdogan Geram Kekerasan Israel di Al-Aqsa Terjadi Setiap Ramadan
     
    Ketegangan meningkat saat Mahkamah Agung Israel hendak menggelar sidang dengar pendapat mengenai perintah penggusuran yang dapat menguntungkan organisasi pendatang Yahudi di Sheikh Jarrah.
     
    Namun sidang akhirnya ditunda atas permintaan jaksa agung Israel pada hari Minggu kemarin, dan tanggal baru persidangan akan ditentukan dalam 30 hari ke depan.

    Banyak negara dan organisasi global mengecam rencana penggusuran tersebut yang dilakukan merupakan bentuk pelanggaran aturan internasional.

    Sejak 1956, terdapat total 37 keluarga Palestina yang tinggal di 27 rumah di Sheikh Jarrah. Namun para pendatang Yahudi berusaha mendorong keluarga puluhan keluarga itu dengan berbasis sebuah undang-undang yang diloloskan parlemen Israel pada 1970.
     
    Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel pada 1967. Israel kemudian menganeksasi keseluruhan Yerusalem pada 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui sebagian besar komunitas internasional hingga saat ini.

    Sejumlah pihak khawatir bentrokan dapat kembali meletus sepanjang Senin ini, di saat ratusan warga nasional Yahudi hendak menggelar Pawai Bendera Hari Yerusalem. Biasanya, pawai ini melibatkan ribuan pemuda Israel yang berjalan melewati Kota Tua Yerusalem.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id